Jakarta, April 2026 — Film Yohanna karya sutradara Razka Robby Ertanto akhirnya dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada April 2026, setelah menjalani perjalanan panjang dan memperoleh pengakuan luas di berbagai festival film internasional sejak 2024.
Sejak pemutaran perdananya di International Film Festival Rotterdam 2024 pada Januari 2024, film ini langsung menarik perhatian publik global. Yohanna masuk dalam kompetisi VPRO Big Screen Award, sebuah kategori yang dikenal menyoroti karya-karya sinema dengan pendekatan naratif kuat dan relevansi sosial.
Momentum tersebut menjadi awal dari rangkaian partisipasi di sejumlah ajang film bergengsi. Di dalam negeri, film ini tampil dalam Jakarta Film Week 2024 serta Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2024, yang selama ini dikenal sebagai barometer penting perkembangan sinema Asia.
Puncak pengakuan datang dalam gelaran Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2024, di mana Yohanna meraih lima penghargaan utama sekaligus, yakni Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Storytelling Terbaik, Akting Terbaik, dan Sinematografi Terbaik. Dominasi tersebut menegaskan posisi film ini sebagai salah satu karya paling menonjol dalam lanskap sinema Indonesia kontemporer.
Perjalanan internasionalnya berlanjut pada 2025 dengan terpilih sebagai Official Selection di Adelaide Film Festival 2025. Dalam ajang ini, film kembali mendapat apresiasi atas pendekatan visual dan kedalaman naratifnya.
Sementara itu, aktris utama Laura Basuki mencatatkan pencapaian personal dengan meraih penghargaan Best Actress di Asian Film Festival 2025 Roma. Penghargaan tersebut memperkuat pengakuan internasional terhadap kualitas performa akting dalam film ini.
Di tingkat nasional, Yohanna juga mendapat apresiasi kritis dengan masuk dalam daftar Film Pilihan Tempo 2024 serta mengantarkan Laura Basuki sebagai Aktris Pilihan Tempo dalam Festival Film Tempo 2024.
Kini, setelah melewati lintasan festival yang panjang dan sarat prestasi, Yohanna bersiap menjangkau penonton yang lebih luas melalui penayangan komersial di bioskop Indonesia. Film ini mengusung narasi religi yang dipadukan dengan eksplorasi emosional mendalam, sekaligus menghadirkan kekuatan visual yang mencerminkan kematangan artistik sang sutradara.
Kehadiran Yohanna tidak hanya menawarkan pengalaman sinematik yang reflektif, tetapi juga merepresentasikan posisi film Indonesia yang semakin diperhitungkan di panggung global. Dengan rekam jejak festival yang impresif, film ini dipandang sebagai salah satu karya penting yang menegaskan kapasitas industri perfilman nasional dalam menghasilkan karya berkelas internasional.












