Jembatan Garuda Dibangun Lewat Gotong Royong, TNI dan Warga Percepat Konektivitas Simo–Sambi

  • Bagikan
Oplus
Oplus_131072

Boyolali — Di tengah bentang Sungai Cemara yang selama ini memisahkan dua wilayah, semangat kolektif antara TNI dan masyarakat menjelma menjadi fondasi nyata pembangunan Jembatan Garuda di Desa Tempuran, Kecamatan Simo, Rabu (15/4/2026). Proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan representasi kuat nilai gotong royong yang terus hidup dalam denyut pembangunan pedesaan.

Jembatan Garuda dirancang sebagai akses vital yang menghubungkan Kecamatan Simo dan Kecamatan Sambi, dua kawasan dengan mobilitas warga yang selama ini bergantung pada jalur terbatas dan berisiko. Kehadirannya diproyeksikan akan membuka isolasi wilayah, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta memudahkan akses pendidikan dan layanan dasar bagi masyarakat sekitar.

Pengerjaan jembatan kini memasuki tahap krusial. Enam personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Koramil 12/Simo, di bawah komando Sertu Heri Murjiyanto, terlibat langsung bersama warga dalam proses pengecoran pondasi pangkal jembatan sisi kedua. Tahapan ini menjadi elemen penting dalam menjamin kekuatan dan daya tahan konstruksi jangka panjang. Hingga saat ini, progres pembangunan tercatat mencapai sekitar 10 persen.

Keterlibatan Babinsa tidak hanya terbatas pada dukungan teknis di lapangan, namun juga memainkan peran strategis dalam menggerakkan partisipasi warga. Kehadiran mereka memperkuat kohesi sosial sekaligus memastikan proses pembangunan berjalan secara tertib, aman, dan sesuai dengan perencanaan.

Komandan Kodim 0724/Boyolali, Letkol Inf Dhanu Anggoro Asmoro, S.E., menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terbangun antara aparat dan masyarakat. Menurutnya, partisipasi aktif warga menjadi indikator penting keberhasilan pembangunan berbasis kebersamaan.

Jembatan ini diharapkan segera rampung dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan konektivitas wilayah serta pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Lebih dari sekadar infrastruktur, Jembatan Garuda mencerminkan wajah pembangunan yang berakar pada solidaritas sosial. Di tengah tantangan geografis, kolaborasi antara TNI dan warga menjadi bukti bahwa pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan dapat terwujud melalui kebersamaan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *