Dandim 0813 Bojonegoro Tegaskan Faktor Teknis dan Cuaca Picu Ambruknya Atap KDMP Trucuk

  • Bagikan
Oplus
Oplus_131072

Bojonegoro — Komandan Kodim (Dandim) 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, S.T., memberikan klarifikasi resmi terkait insiden ambruknya atap teras Kantor KDMP di Desa Padang, Kecamatan Trucuk. Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut dipicu oleh kombinasi faktor teknis konstruksi dan kondisi cuaca ekstrem saat peristiwa berlangsung.

Dalam keterangannya, Dandim menjelaskan bahwa plesteran tembok yang menjadi titik pengikat baut plat atap masih dalam kondisi belum kering sempurna ketika proses pemasangan dilakukan. Kondisi tersebut menyebabkan daya cengkeram baut tidak optimal, sehingga struktur menjadi rentan.

Pada saat pemasangan, plesteran tembok yang digunakan untuk mengikat baut plat atap masih basah. Hal ini mengurangi kekuatan struktur, dan ketika terjadi angin kencang, atap teras tidak mampu bertahan sehingga mengalami ambrol,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa dimensi baut penyangga diduga kurang panjang, sehingga tidak memberikan kekuatan maksimal dalam menopang konstruksi atap.

Dandim menambahkan, dirinya langsung turun ke lokasi pada malam kejadian untuk memastikan situasi di lapangan sekaligus mengoordinasikan langkah penanganan awal.

Pasca kejadian, proses perbaikan kini telah berjalan dengan fokus pada pembongkaran material yang rusak serta penguatan kembali struktur atap. Pemasangan rangka baru dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan ketahanan bangunan agar kejadian serupa tidak terulang.

Perbaikan sudah mulai dilaksanakan dan kami optimistis dalam dua hari ke depan pekerjaan ini dapat diselesaikan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim juga menyampaikan komitmen keterbukaan institusinya terhadap evaluasi publik. Ia mengajak masyarakat untuk aktif memberikan masukan sebagai bagian dari upaya peningkatan kinerja.

Kami membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik dan saran. Hal ini penting sebagai bahan evaluasi agar pelaksanaan tugas dan fungsi TNI dapat berjalan lebih optimal dan profesional,” tegasnya.

Klarifikasi ini sekaligus menegaskan bahwa insiden tersebut menjadi perhatian serius, khususnya dalam memastikan standar teknis konstruksi dipenuhi secara ketat demi menjamin keselamatan dan keberlanjutan fungsi bangunan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *