Bojonegoro Perkuat Status Sentra Bibit Sapi PO Berstandar Nasional

  • Bagikan
Oplus
Oplus_131072

BOJONEGORO — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kian mengukuhkan perannya dalam pengembangan sektor peternakan nasional melalui penetapan Kecamatan Tambakrejo sebagai wilayah sumber bibit sapi Peranakan Ongole (PO). Penetapan ini menjadi pengakuan atas kontribusi daerah tersebut dalam menjaga kualitas genetik ternak lokal yang berdaya saing tinggi.

Status tersebut merujuk pada Keputusan Menteri Pertanian Nomor 356/Kpts/PK.040/6/2015 yang menempatkan Bojonegoro sebagai salah satu pusat pemurnian genetik sapi PO di Indonesia. Dengan penetapan itu, Bojonegoro tidak hanya dipandang sebagai daerah peternakan, tetapi juga sebagai simpul penting dalam pengembangan bibit ternak bersertifikat nasional.

Sapi PO yang berkembang di Bojonegoro dikenal memiliki karakter unggul, terutama dalam adaptasi terhadap iklim tropis, efisiensi pakan, serta ketahanan terhadap penyakit. Pemerintah daerah menilai karakteristik tersebut menjadi modal penting dalam mendukung ketahanan pangan berbasis protein hewani.

Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, Elfia Nuraini dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, menegaskan bahwa penguatan kualitas genetik menjadi prioritas utama dalam pengembangan sapi PO di wilayah tersebut.

Menurutnya, setiap bibit sapi yang dikeluarkan telah melalui proses seleksi ketat dengan standar nasional, termasuk penerbitan Surat Keterangan Layak Bibit (SKLB) sebagai jaminan mutu.

Sapi PO yang dikembangkan di wilayah ini memiliki sejumlah keunggulan yang menjadi perhatian utama dalam program pengembangan bibit, di antaranya tingkat reproduksi yang stabil, kemampuan adaptasi tinggi terhadap suhu ekstrem, serta ketahanan terhadap penyakit parasit.

Selain itu, kualitas karkas yang baik dan efisiensi pakan yang tinggi menjadikan sapi ini bernilai ekonomis bagi peternak. Karakteristik tersebut memperkuat posisi sapi PO sebagai salah satu komoditas strategis dalam sektor peternakan nasional.

Untuk menjaga keberlanjutan kualitas, pemerintah daerah menjalankan sejumlah program strategis, termasuk layanan inseminasi buatan, peningkatan kesehatan hewan melalui vaksinasi, serta penguatan kelembagaan kelompok peternak.

Salah satu organisasi yang berperan dalam penguatan ekosistem tersebut adalah Kepu Bojo, yang berfokus pada pengembangan peternak lokal dan peningkatan nilai ekonomi bibit sapi.

Langkah tersebut diarahkan untuk mencapai tiga tujuan utama, yakni pelestarian sumber daya genetik sapi PO, penyediaan bibit unggul berkelanjutan, serta kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menilai bahwa penguatan status wilayah sumber bibit tidak hanya berdampak pada aspek teknis peternakan, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan peternak lokal melalui penguatan nilai jual bibit yang telah tersertifikasi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *