Bojonegoro, — Di tengah arus perkembangan teknologi yang kian pesat, kisah seorang anak sekolah dasar dari pelosok desa di Kabupaten Bojonegoro mencuri perhatian publik. Daffa Ardian Pratama, siswa kelas tiga SD asal Desa Growok, Kecamatan Dander, menjadi sorotan setelah kemampuannya di bidang teknologi viral di media sosial.
Ketertarikan dan kecakapannya yang melampaui usia tersebut menarik perhatian berbagai pihak, termasuk Kapolres Bojonegoro, Afrian Satya Permadi. Didampingi Ketua Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari (PYKB) Cabang Bojonegoro, Dita Afrian, ia melakukan kunjungan langsung ke kediaman Daffa sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-46 Yayasan Kemala Bhayangkari.
Kunjungan tersebut bukan sekadar seremoni. Dalam suasana hangat dan sederhana, Daffa tampak tenggelam dalam aktivitasnya mengutak-atik komputer pribadi. Dengan penuh percaya diri, ia mampu menjelaskan berbagai komponen perangkat keras yang ditanyakan, menunjukkan pemahaman teknis yang umumnya dimiliki oleh mereka yang jauh lebih dewasa.
Momentum kunjungan mencapai puncaknya saat penyerahan bantuan berupa satu unit laptop. Tanpa ragu, Daffa langsung membuka kemasan perangkat tersebut, menyalakannya, dan memeriksa spesifikasi dengan penuh antusiasme. Respons spontan itu mencerminkan bukan hanya kegembiraan, tetapi juga rasa ingin tahu yang tinggi terhadap teknologi.
Kapolres Afrian Satya Permadi menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk kepedulian institusi terhadap potensi generasi muda di daerah. Ia menilai bahwa bakat seperti yang dimiliki Daffa perlu mendapat perhatian serius agar dapat berkembang secara konstruktif.
Potensi seperti ini adalah aset berharga. Dengan pembinaan yang tepat, bukan tidak mungkin akan lahir generasi unggul yang mampu berkontribusi bagi masa depan bangsa,” ujarnya, seraya mengaitkan dukungan tersebut dengan visi pembangunan jangka panjang Indonesia Emas 2045.
Senada dengan itu, Dita Afrian menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen yayasan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat menjadi sarana pendukung bagi Daffa dalam mengembangkan minat dan kemampuannya.
Daffa, putra pasangan Andik Sujianto dan Lusiardiana, diketahui telah menunjukkan minat kuat terhadap teknologi sejak usia dini. Secara otodidak, ia mempelajari berbagai hal mulai dari mekanisme mesin hingga komponen elektronik, termasuk membedakan mesin dua tak dan empat tak, sebuah kemampuan yang jarang dimiliki anak seusianya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, termasuk Camat Dander Teguh Wibowo, unsur Forkopimca, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Anwar Mukhtadlo, beserta jajaran. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pengembangan potensi anak-anak berbakat di daerah.
Di tengah keterbatasan akses dan fasilitas yang kerap menjadi tantangan di wilayah pedesaan, kisah Daffa menjadi pengingat bahwa bakat dapat tumbuh di mana saja, selama mendapat perhatian, dukungan, dan kesempatan yang tepat untuk berkembang.












