118 Aparatur Sipil Negara Bojonegoro Purna Tugas, Pemerintah Daerah Tekankan Keberlanjutan Pengabdian

  • Bagikan
1000261276

BOJONEGORO — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro secara resmi melepas 118 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memasuki masa purna tugas untuk periode terhitung mulai tanggal 1 April hingga 1 Juni 2026.

Momentum ini tidak hanya menjadi penanda berakhirnya masa dinas, tetapi juga refleksi atas kontribusi panjang aparatur negara dalam pembangunan daerah.

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi para PNS yang telah mengabdikan diri selama bertahun-tahun.

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa perjalanan karier para aparatur tersebut merupakan bagian penting dari fondasi kemajuan daerah.

Pengabdian Bapak dan Ibu sekalian adalah perjalanan panjang yang penuh dedikasi dan pengorbanan.

Nilai-nilai tersebut menjadi inspirasi bagi kami yang masih melanjutkan tugas pelayanan publik,” ujarnya.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya peran para pensiunan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Menurutnya, pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki tetap relevan untuk berkontribusi di tengah masyarakat, meskipun tidak lagi berada dalam struktur birokrasi formal.

Selain itu, Bupati mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan serta mempertahankan semangat pengabdian dalam bentuk yang lebih luas.

Acara pelepasan ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) pensiun secara simbolis, diikuti sesi dokumentasi bersama sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan loyalitas para aparatur.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bojonegoro, Hari Kristanto, menjelaskan bahwa komposisi PNS yang memasuki masa pensiun didominasi oleh tenaga fungsional.

Mereka mencakup tenaga kesehatan, kepala sekolah, serta pejabat fungsional lainnya yang selama ini berada di garis depan pelayanan publik.

Keberadaan mereka selama ini menjadi pilar utama dalam memastikan layanan kepada masyarakat berjalan optimal.

Purna tugas ini merupakan bentuk penghargaan atas pengabdian panjang yang telah diberikan,” ungkapnya.

Dari sisi perwakilan pensiunan, Camat Temayang, Muhammad Basuki, menyampaikan rasa syukur sekaligus refleksi atas masa pengabdiannya.

Ia menilai berbagai program pemerintah daerah dalam beberapa tahun terakhir telah memberikan dampak nyata, khususnya bagi masyarakat di wilayah pedesaan.

Program-program yang dijalankan pemerintah daerah terbukti menyentuh masyarakat kecil. Berbagai kendala di desa kini berangsur teratasi,” tuturnya.

Basuki juga mengajak rekan-rekannya sesama pensiunan untuk tetap menjaga kesehatan dan terus berperan aktif dalam lingkungan sosial, sebagai bentuk keberlanjutan pengabdian di luar institusi pemerintahan.

Pelepasan ratusan aparatur ini menjadi pengingat bahwa dinamika birokrasi tidak hanya bergantung pada regenerasi, tetapi juga pada kesinambungan nilai dan pengalaman yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *