Gerak Cepat Cegah Bencana, Babinsa dan Warga Bersihkan Talud di Plosokerep

  • Bagikan
IMG 20260417 WA0112

Sragen — Kewaspadaan terhadap potensi bencana alam di musim penghujan mendorong aparat teritorial bersama masyarakat mengambil langkah preventif di tingkat desa. Di Desa Plosokerep, Kecamatan Karangmalang, kegiatan kerja bakti pembersihan talud menjadi upaya nyata untuk meminimalkan risiko longsor dan banjir yang kerap mengintai wilayah dengan sistem drainase tersumbat.

Dipimpin oleh Babinsa setempat, Serka Darmadi, bersama dua personel Koramil 02/Karangmalang Kodim 0725/Sragen, kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (17/04/2026). Warga tampak antusias bergotong royong membersihkan saluran air yang berada di sepanjang talud penahan jalan, yang memiliki peran vital dalam menjaga kestabilan tanah sekaligus mengalirkan debit air hujan.

Fokus pembersihan meliputi pengangkatan sampah rumah tangga, pemotongan rumput liar, hingga pembersihan endapan material yang berpotensi menyumbat aliran air. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga fungsi talud tetap optimal, sehingga mampu mencegah tekanan air berlebih yang dapat memicu kerusakan struktur maupun longsoran tanah.

Di lokasi kegiatan, Darmadi menegaskan bahwa pencegahan jauh lebih efektif dibanding penanganan pascabencana. Ia menyoroti pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya pada infrastruktur penunjang seperti talud dan saluran drainase.

Jika saluran tersumbat, air tidak mengalir dengan baik dan berisiko meluap ke jalan maupun permukiman. Melalui kerja bakti ini, kita ingin memastikan semuanya tetap berfungsi sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Kehadiran Babinsa yang turut terlibat langsung dalam pekerjaan lapangan juga memberikan nilai lebih dalam membangun kedekatan dengan masyarakat. Interaksi tersebut tidak hanya memperkuat sinergi, tetapi juga menjadi sarana edukasi agar warga semakin peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar.

Sejumlah warga mengaku kegiatan ini memberikan dampak langsung, terutama dalam mengurangi kekhawatiran saat hujan deras. Talud yang sebelumnya tertutup semak dan sampah kini kembali bersih, dengan aliran air yang lebih lancar.

Upaya kolaboratif ini menunjukkan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana dapat dibangun melalui kesadaran kolektif dan tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Dengan menjaga infrastruktur lingkungan tetap bersih dan berfungsi, risiko bencana dapat ditekan, sekaligus menciptakan rasa aman bagi masyarakat di tengah dinamika cuaca yang kian tidak menentu.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *