Sentuhan Babinsa di Desa Majenang, UMKM Rengginang Kian Berkembang

  • Bagikan
IMG 20260416 WA0098

Sragen – Di tengah upaya memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan, peran aparat teritorial kembali hadir secara nyata di tingkat desa. Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 13/Sukodono, Kodim 0725/Sragen, Serka Sujadi, turun langsung menyambangi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pembuatan rengginang di Dukuh RT 08, Desa Majenang, Kecamatan Sukodono, Kamis (16/04/2026).

Kunjungan tersebut tidak sekadar bersifat seremonial. Sujadi menelusuri setiap tahapan produksi, mulai dari pengolahan bahan baku, proses penjemuran, hingga tahap akhir penggorengan. Dengan pendekatan dialogis, ia juga menggali berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha, mulai dari keterbatasan akses pemasaran, kendala permodalan, hingga stabilitas pasokan bahan baku.

Kami ingin memastikan UMKM di wilayah binaan tetap berjalan dan berkembang. Kehadiran TNI bukan hanya sebagai pengayom, tetapi juga sebagai motivator yang siap membantu mencarikan solusi atas setiap kendala,” ujar Sujadi, menegaskan komitmen pendampingan yang berkelanjutan.

Menurutnya, keberadaan usaha rumahan seperti produksi rengginang memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja sekaligus menjaga sirkulasi ekonomi di tingkat lokal. Dalam konteks yang lebih luas, UMKM dinilai menjadi pilar penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat desa.

Respons positif datang dari Ibu Ningsih, pemilik usaha rengginang yang menjadi sasaran kunjungan. Ia mengungkapkan rasa apresiasinya atas perhatian yang diberikan oleh Babinsa. Baginya, kehadiran aparat tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menjadi suntikan semangat untuk terus mengembangkan usaha.

Kami merasa diperhatikan dan didukung. Kehadiran Pak Babinsa membuat kami lebih percaya diri untuk terus maju,” tuturnya.

Selain melakukan pemantauan, Sujadi juga memberikan sejumlah imbauan strategis kepada pelaku UMKM. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas produk dan standar kebersihan sebagai kunci daya saing. Tak kalah penting, ia mendorong pemanfaatan teknologi digital, khususnya media sosial, sebagai sarana memperluas jangkauan pemasaran di tengah perubahan perilaku konsumen.

Langkah ini mencerminkan pendekatan kolaboratif antara aparat dan masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi. Melalui pendampingan yang berkesinambungan, diharapkan UMKM di desa binaan mampu berkembang lebih adaptif, berdaya saing, serta berkontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di tengah tantangan ekonomi yang dinamis, kehadiran Babinsa di lini usaha kecil menjadi simbol bahwa pembangunan tidak hanya digerakkan dari pusat, melainkan juga tumbuh dari dapur-dapur rakyat yang sederhana namun penuh ketekunan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *