Bojonegoro, — Momentum Halal Bihalal yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bojonegoro, Selasa (14/4/2026), tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang refleksi atas tantangan sosial di era digital. Dalam forum tersebut, Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Satya Permadi menegaskan pentingnya peran keluarga dalam mengawasi aktivitas anak di dunia maya.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bojonegoro ini dihadiri berbagai unsur pimpinan daerah dan tokoh agama. Hadir di antaranya Ketua MUI KH Alamul Huda, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro Amanulloh, serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bojonegoro Kusnandaka Tjatur Prasetijo. Kehadiran lintas elemen tersebut mencerminkan kuatnya kolaborasi dalam menjaga stabilitas sosial di daerah.
Dalam sambutannya, AKBP Afrian membuka dengan ucapan Idulfitri yang sarat makna rekonsiliasi, sekaligus menekankan bahwa Halal Bihalal merupakan instrumen sosial yang efektif untuk memperkuat hubungan antara aparat, ulama, dan masyarakat.
Namun di balik suasana penuh keakraban tersebut, Kapolres menyampaikan keprihatinannya terhadap meningkatnya paparan anak-anak terhadap konten digital yang tidak terkontrol. Ia menilai bahwa transformasi teknologi yang cepat tidak selalu diimbangi dengan kesiapan literasi digital di tingkat keluarga.
Pengawasan orang tua menjadi sangat krusial. Anak-anak tidak hanya membutuhkan akses teknologi, tetapi juga bimbingan dalam menggunakannya secara bijak,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa ancaman terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat kini tidak lagi terbatas pada ruang fisik. Dunia digital, menurutnya, telah menjadi ruang baru yang menyimpan potensi kerawanan, mulai dari penyebaran informasi yang menyesatkan hingga pengaruh negatif terhadap perilaku anak.
Dalam konteks tersebut, AKBP Afrian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat pendekatan preventif melalui edukasi dan komunikasi terbuka di lingkungan keluarga. Ia juga menegaskan komitmen institusi kepolisian untuk terus meningkatkan pelayanan publik, sekaligus membuka ruang dialog yang konstruktif dengan masyarakat.
Kegiatan Halal Bihalal ini pada akhirnya tidak hanya mempererat hubungan emosional antar elemen masyarakat, tetapi juga mempertegas kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga ketahanan sosial di tengah arus digitalisasi yang kian masif.
Dengan pesan yang disampaikan, Bojonegoro menunjukkan upaya adaptif dalam menghadapi perubahan zaman—menjaga harmoni sosial sembari memperkuat perlindungan terhadap generasi muda di era digital.












