Tradisi Sedekah Bumi di Ngraseh, Ritual Syukur yang Menjaga Harmoni Sosial dan Warisan Leluhur

  • Bagikan
IMG 20260410 WA0023

BOJONEGORO — Di tengah arus modernisasi yang kian cepat, masyarakat Desa Ngraseh, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, tetap menjaga akar tradisinya melalui pelaksanaan sedekah bumi, sebuah ritual tahunan yang sarat makna spiritual, sosial, dan kultural. Kegiatan ini kembali digelar dengan khidmat di kawasan Makam Nggedong, lokasi yang diyakini memiliki nilai historis dan spiritual penting bagi warga setempat.

Sedekah bumi tidak sekadar menjadi seremoni rutin, melainkan refleksi kolektif atas rasa syukur masyarakat atas hasil panen yang melimpah serta harapan akan keselamatan dan kesejahteraan di masa mendatang. Tradisi ini juga menjadi ruang perjumpaan sosial yang memperkuat kohesi antarwarga di tengah perubahan zaman.

Kepala Desa Ngraseh, M. Maftukhin, memimpin langsung jalannya prosesi didampingi perangkat desa. Kehadirannya di tengah masyarakat menegaskan peran pemerintah desa sebagai penjaga nilai-nilai tradisional sekaligus penggerak harmoni sosial. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa sedekah bumi memiliki dimensi lebih luas dari sekadar ritual budaya.

Ini bukan hanya tradisi turun-temurun, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan menjaga kebersamaan. Harapannya, desa kita senantiasa diberi keberkahan, dijauhkan dari segala marabahaya, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” ujarnya.

Sejak pagi hari, ratusan warga tampak memadati area pemakaman dengan membawa beragam hasil bumi, mulai dari nasi tumpeng, buah-buahan, hingga aneka olahan makanan tradisional, yang kemudian didoakan bersama. Suasana kebersamaan begitu terasa saat warga duduk bersila di atas tikar, berbaur tanpa sekat sosial, menciptakan pemandangan yang mencerminkan nilai gotong royong khas pedesaan Jawa.

Prosesi inti ditandai dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat, sebagai bentuk permohonan kepada Tuhan agar desa senantiasa dalam lindungan dan keberkahan. Ritual kemudian dilanjutkan dengan tradisi tukar berkat dan makan bersama, sebuah simbol distribusi rezeki yang adil sekaligus manifestasi solidaritas sosial.

Di tengah dinamika globalisasi, tradisi seperti sedekah bumi di Ngraseh menjadi bukti bahwa kearifan lokal tetap memiliki ruang dan relevansi. Ia tidak hanya menjaga identitas budaya, tetapi juga menjadi fondasi dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis, inklusif, dan berkelanjutan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *