Banten, – Pemerintah Republik Indonesia menggelar persemayaman militer bagi tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur saat menjalankan tugas sebagai bagian dari misi perdamaian dunia di Lebanon. Upacara penghormatan tersebut berlangsung khidmat di kompleks Bandara Internasional Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (4/4) petang.
Presiden Prabowo Subianto secara langsung memimpin prosesi persemayaman militer, sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para prajurit di ruang VIP Terminal 3. Kehadiran kepala negara menegaskan penghormatan negara atas pengorbanan para personel TNI yang gugur dalam menjalankan mandat internasional.
Presiden didampingi sejumlah pejabat tinggi negara dan militer, di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, Panglima TNI Agus Subiyanto, serta Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Turut hadir pula Wakil Panglima TNI Tandyo Budi, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Maruli Simanjuntak, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Muhammad Ali, serta Kepala Staf TNI Angkatan Udara Mohamad Tonny Harjono.
Setelah prosesi penghormatan, upacara pelepasan jenazah dilaksanakan di apron Terminal 3 dan dipimpin oleh KSAD Maruli Simanjuntak. Ketiga prajurit kemudian dipulangkan ke daerah asal masing-masing menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara.
Mayor Anumerta Zulmi Aditya Iskandar diterbangkan menuju Bandung, Jawa Barat menggunakan pesawat CN-295. Sementara itu, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadon diberangkatkan menuju Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggunakan pesawat Super Hercules C-130J.
Ketiga prajurit tersebut gugur dalam rangkaian insiden yang terjadi di wilayah operasi misi United Nations Interim Force in Lebanon di Lebanon Selatan. Insiden pertama terjadi pada Minggu (29/3), ketika proyektil artileri meledak di sekitar markas kontingen Indonesia di Adshit al-Qusayr, yang mengakibatkan gugurnya Kopda Farizal Rhomadon.
Laporan dari Kantor Berita Nasional Lebanon menyebutkan bahwa serangan artileri tersebut diduga berasal dari Israel, meskipun pihak UNIFIL masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan asal serangan tersebut.
Sehari berselang, dua prajurit lainnya gugur ketika kendaraan tim pengawal ambulans yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) mengalami ledakan saat menjalankan tugas pengawalan konvoi dukungan tempur di wilayah Bani Hayyan, Lebanon Selatan.
Selain korban jiwa, sedikitnya enam prajurit TNI lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat rangkaian insiden di kawasan tersebut. Situasi keamanan di wilayah operasi UNIFIL juga dilaporkan semakin memburuk, menyusul insiden terbaru berupa ledakan di dalam fasilitas Perserikatan Bangsa-Bangsa di dekat El Adeisse, Jumat (3/4) waktu setempat, yang kembali menambah jumlah korban dari pihak kontingen Indonesia.
Peristiwa ini menyoroti meningkatnya risiko yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian di kawasan konflik, sekaligus menegaskan kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas global melalui partisipasi aktif dalam misi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pemerintah Indonesia menyatakan komitmennya untuk terus mendukung misi perdamaian dunia, seraya memastikan perlindungan maksimal bagi personel yang bertugas di wilayah konflik.












