Blora Hidupkan Kembali Gastra, Dorong Filantropi ASN dan Perlindungan Sosial Berbasis Komunitas

  • Bagikan
260405195125IMG 20260405 WA0021

Blora — Pemerintah Kabupaten Blora kembali menggelar Program Gerakan Subuh Sejahtera (Gastra) sebagai bagian dari penguatan agenda kesejahteraan sosial pasca-Ramadan dan Idulfitri. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Blora, Minggu (5/4/2026), menandai dimulainya kembali inisiatif yang telah menjadi instrumen rutin pemerintah daerah dalam membangun solidaritas sosial berbasis komunitas.

Gastra, yang dilaksanakan setiap selapan atau 35 hari sekali, diawali dengan salat subuh berjemaah, zikir bersama, serta pengumpulan sedekah subuh. Format kegiatan ini dirancang untuk mengintegrasikan dimensi spiritual dengan aksi sosial konkret, khususnya dalam mendukung kebutuhan anak-anak yatim piatu dan kelompok masyarakat rentan lainnya.

Bupati Blora, Arief Rohman, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberlanjutan program ini tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif seluruh aparatur sipil negara dan masyarakat luas. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas kesejahteraan ASN, termasuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), di tengah dinamika kebijakan ketenagakerjaan di berbagai daerah.

Di Blora tidak ada rencana pengurangan PPPK. Kami berkomitmen menjaga keberlangsungan mereka sebagai bagian dari sistem pelayanan publik,” ujarnya.

Selain aspek ketenagakerjaan, Bupati juga menyoroti kebutuhan akan basis data sosial yang akurat untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Ia menyatakan telah menginstruksikan Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Dinas Sosial untuk melakukan pemutakhiran data anak yatim dan kelompok rentan sebagai landasan kebijakan distribusi bantuan.

Dalam kerangka itu, Gastra akan diperkuat sebagai kanal gotong royong yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Badan Amil Zakat Nasional. Sinergi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan bantuan, terutama bagi masyarakat yang belum tercakup dalam skema formal.

Bupati juga memperkenalkan skema sedekah harian bagi ASN sebagai upaya membangun kebiasaan filantropi yang berkelanjutan. Dengan kontribusi nominal yang relatif kecil, ia memperkirakan potensi akumulasi dana dapat mencapai puluhan juta rupiah setiap pekan, yang selanjutnya dialokasikan untuk santunan sosial dan program kemanusiaan lainnya.

Tidak hanya itu, pemerintah daerah merencanakan penguatan gerakan berbagi pada hari Jumat melalui distribusi makanan dan bantuan langsung kepada masyarakat. Program ini akan dikoordinasikan lintas perangkat daerah guna memastikan efektivitas pelaksanaan di lapangan.

Bupati menegaskan bahwa pendekatan berbasis solidaritas sosial menjadi elemen penting dalam memperkuat ketahanan daerah menghadapi tantangan ekonomi dan sosial. Ia juga mengajak seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah untuk berperan aktif dalam mengidentifikasi serta merespons kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.

Kegiatan Gastra diakhiri dengan tausiyah dan doa bersama, serta dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Daerah, lembaga sosial, dan masyarakat umum. Pemerintah Kabupaten Blora turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang secara konsisten mendukung pelaksanaan program ini.

Melalui reaktivasi Gastra, Pemerintah Kabupaten Blora menegaskan komitmennya dalam membangun sistem kesejahteraan yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan, dengan menempatkan nilai kepedulian sosial sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *