Bojonegoro — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok melalui pelaksanaan operasi pasar murah di Desa Lengkong, Kecamatan Balen, Minggu (5/4/2026). Langkah ini diposisikan sebagai respons strategis terhadap dinamika harga pangan yang berpotensi menekan daya beli masyarakat, khususnya pada komoditas minyak goreng dan gula pasir.
Program yang dijalankan oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) tersebut tidak hanya berorientasi pada distribusi pangan bersubsidi, tetapi juga menjadi bagian dari agenda sosial yang lebih luas, bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun ke-13 Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Bojonegoro.
Pelaksanaan di lapangan menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi. Warga dari berbagai lapisan tampak memanfaatkan kesempatan untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Aparat pelaksana memastikan distribusi berjalan tertib, dengan mekanisme antrean yang terorganisasi guna menghindari penumpukan.
Sekretaris Disdagkop UM Bojonegoro, Akhmadi, menyatakan bahwa operasi pasar murah merupakan salah satu instrumen kebijakan jangka pendek yang efektif dalam menahan tekanan inflasi, terutama pada sektor pangan yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap perubahan harga.
Pemerintah daerah berkepentingan untuk memastikan stabilitas harga tetap terjaga. Intervensi ini dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan kebutuhan riil masyarakat. Fokus kami adalah menjaga keseimbangan antara ketersediaan dan keterjangkauan,” ujarnya saat meninjau kegiatan.
Ia menambahkan bahwa pola intervensi langsung seperti ini juga berfungsi sebagai sinyal ke pasar agar distribusi komoditas tetap terkendali, sekaligus mencegah praktik spekulatif yang dapat memperburuk situasi harga.
Sementara itu, masyarakat penerima manfaat menilai program ini memberikan dampak nyata terhadap pengeluaran rumah tangga. Selisih harga yang ditawarkan memungkinkan warga mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan lain, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Dengan pelaksanaan yang relatif efektif dan respons publik yang positif, operasi pasar murah di Desa Lengkong menjadi refleksi pendekatan pragmatis pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan ekonomi mikro. Ke depan, keberlanjutan program serupa dinilai penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas sosial di tingkat lokal.
- Redaksi












