BOJONEGORO, — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas akses ketenagakerjaan melalui penyelenggaraan Mini Jobfair Bojonegoro 2026. Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Dinperinaker ini mempertemukan ratusan pencari kerja dengan sejumlah perusahaan, dalam upaya memperkuat konektivitas antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga kerja lokal.
Kepala Dinperinaker Kabupaten Bojonegoro, Mahmudi, menyatakan bahwa pelaksanaan job fair pasca Hari Raya Idulfitri merupakan momentum strategis, seiring meningkatnya mobilitas dan kebutuhan kerja masyarakat. Tahun ini, pemerintah daerah merancang intensitas kegiatan yang lebih tinggi dengan menggelar job fair sebanyak tiga kali, meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang hanya satu kali dalam setahun.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan untuk menekan angka pengangguran secara bertahap dan terukur,” ujar Mahmudi.
Data Dinperinaker menunjukkan tren penurunan angka pengangguran di Bojonegoro. Pada 2024, jumlah pengangguran tercatat sebanyak 34.785 orang, kemudian menurun menjadi 32.927 orang pada 2025. Penurunan ini dinilai sebagai indikator awal keberhasilan intervensi kebijakan ketenagakerjaan yang dilakukan pemerintah daerah, meskipun tantangan struktural masih memerlukan perhatian berkelanjutan.
Dalam pelaksanaan Mini Jobfair tahun ini, tersedia sekitar 310 posisi kerja dari 10 perusahaan yang berpartisipasi. Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya jumlah pendaftar, dengan 962 orang tercatat telah mendaftar secara daring sebelum pelaksanaan kegiatan.
Selain membuka akses langsung terhadap peluang kerja, Dinperinaker juga mendorong pemanfaatan platform digital “Bejo” (Bojonegoro Enggal Kerjo) sebagai kanal informasi ketenagakerjaan yang dapat diakses publik secara berkelanjutan. Platform ini diharapkan mampu menjembatani kebutuhan tenaga kerja secara lebih luas dan fleksibel di luar momentum job fair.
Kegiatan ini turut melibatkan pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) lokal sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat. Selain itu, panitia menyediakan doorprize bagi peserta sebagai bentuk apresiasi, khususnya bagi pencari kerja dari kalangan lulusan baru yang mendominasi partisipasi.
Dari sisi peserta, kegiatan ini dinilai memberikan manfaat nyata. Dika, salah satu pencari kerja asal Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, mengaku memperoleh informasi mengenai job fair melalui media sosial. Ia menyebut telah menemukan peluang kerja yang sesuai dengan minatnya di sektor distribusi material.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menilai Mini Jobfair tidak hanya berfungsi sebagai ajang rekrutmen, tetapi juga sebagai instrumen kebijakan yang memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus ditingkatkan baik dari sisi frekuensi maupun kualitas, guna menciptakan pasar kerja yang lebih inklusif dan adaptif terhadap dinamika ekonomi.












