Pemkab Tuban Libatkan Seluruh ASN dalam Pemutakhiran Data Kependudukan 2026

  • Bagikan
IMG 20260330

TUBAN, Jawa Timur — Pemerintah Kabupaten Tuban melaksanakan program Verifikasi dan Validasi (Verval) Data Kependudukan Tahun 2026 sebagai upaya strategis memperbarui dan memperkuat basis data pembangunan daerah. Program ini menjadi instrumen penting dalam memastikan seluruh data sosial dan ekonomi masyarakat tersaji secara akurat, mutakhir, dan terintegrasi.

Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban Nomor 10 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Pendataan Kependudukan Kabupaten Tuban 2026. Pendataan mencakup berbagai aspek, mulai dari identitas keluarga, kondisi hunian, kepemilikan aset, hingga struktur anggota rumah tangga. Selain itu, petugas juga mendata kondisi infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan yang membutuhkan perhatian pemerintah daerah.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa kegiatan ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan maupun meragukan data resmi yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik. Sebaliknya, Verval 2026 diposisikan sebagai instrumen pelengkap untuk memperkuat data internal pemerintah daerah dalam rangka mendukung perencanaan pembangunan yang lebih presisi.

Dukungan kelembagaan turut diperkuat melalui koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Tuban dan Badan Pusat Statistik, termasuk sosialisasi teknis guna memastikan kesesuaian metodologi serta standar pengumpulan data. Sinergi ini diharapkan mampu menjaga kualitas dan validitas data yang dihasilkan di tingkat daerah.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Tuban, Arif Handoyo, menyebutkan bahwa program ini merupakan langkah strategis menuju tata kelola data terintegrasi. Ia menekankan bahwa kualitas data menjadi fondasi utama dalam meningkatkan efektivitas kebijakan publik.

Verval ini menjadi fondasi penting untuk memastikan data yang dimiliki pemerintah daerah benar-benar akurat. Dengan data yang valid, program pembangunan dapat lebih tepat sasaran sekaligus meningkatkan efisiensi perencanaan dan penganggaran,” ujarnya.

Pelaksanaan di lapangan melibatkan seluruh Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tuban, termasuk pegawai perangkat daerah, guru, serta tenaga kesehatan. Para ASN diturunkan langsung dengan metode pendataan dari rumah ke rumah (door-to-door) untuk menjangkau seluruh rumah tangga sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

Pemerintah daerah memastikan bahwa kegiatan tersebut tidak mengganggu pelayanan publik. Verval diposisikan sebagai tugas tambahan dengan pengaturan jadwal yang terstruktur agar aktivitas pemerintahan tetap berjalan normal.

Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, menegaskan pentingnya partisipasi seluruh ASN dalam mendukung keberhasilan program ini. Ia menyebut keterlibatan lintas sektor bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan kontribusi nyata dalam memperkuat basis pembangunan daerah.

Keikutsertaan ASN diharapkan membangun sinergi sekaligus menghasilkan data yang akurat agar program pemerintah benar-benar tepat sasaran,” katanya.

Untuk mendukung proses digitalisasi, pelaksanaan Verval 2026 memanfaatkan aplikasi terpadu melalui laman selaras.tubankab.go.id yang terintegrasi dalam program Tuban Satu Data. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, serta kemudahan dalam pengolahan data kependudukan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *