SURAKARTA – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan Kodim 0735/Surakarta tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kemanunggalan antara TNI dengan masyarakat.
Suasana tersebut terlihat dalam pelaksanaan pembangunan sasaran fisik berupa perbaikan saluran air dan pavingisasi di kawasan Makam Bergolo, RT 02 dan RT 06 RW 06, Kelurahan Serengan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta, Kamis (30/7/2026). Di lokasi pekerjaan, personel Satuan Tugas (Satgas) TMMD, unsur organisasi kemasyarakatan dari MTA dan LDII, serta warga setempat bekerja berdampingan menyelesaikan setiap tahapan pembangunan.
Sejak pagi, seluruh unsur yang terlibat bergotong royong mengerjakan berbagai pekerjaan konstruksi, mulai dari menyiapkan material, memasang bekisting, bondek, wiremesh, hingga proses pengecoran dan perapian galian tanah. Kolaborasi tersebut mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi ruh utama pelaksanaan TMMD dalam mempercepat pembangunan sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.
Kebersamaan tidak hanya terlihat saat bekerja. Setelah apel pagi yang dipimpin Danramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta Kapten Cba Tri Rusman Prasetyo, S.Sos., personel Satgas TMMD bersama warga menikmati sarapan, kemudian kembali berkumpul saat waktu makan siang. Mereka duduk bersama menikmati hidangan sederhana dalam suasana penuh keakraban, diselingi canda dan perbincangan hangat yang semakin mempererat ikatan emosional di antara mereka.
Menurut Kapten Cba Tri Rusman Prasetyo, kebersamaan yang terbangun selama pelaksanaan TMMD merupakan salah satu faktor penting yang mendorong kelancaran setiap tahapan pekerjaan.
“Kami sangat bersyukur melihat anggota Satgas TMMD, unsur organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat tidak hanya bekerja bersama, tetapi juga membaur layaknya sebuah keluarga. Mereka sarapan bersama, makan siang bersama, saling membantu, dan terus menjalin komunikasi yang baik. Semangat kebersamaan seperti inilah yang membuat masyarakat semakin antusias bergotong royong sehingga seluruh sasaran pembangunan dapat diselesaikan dengan baik dan lancar,” ujarnya.
Ia menegaskan, manfaat TMMD tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari semakin kuatnya hubungan sosial antara TNI dan masyarakat. Melalui interaksi yang terjalin setiap hari, nilai kepedulian, solidaritas, dan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan tumbuh secara alami di tengah warga.
Program TMMD, lanjutnya, menjadi wadah untuk menghadirkan sinergi nyata antara TNI, pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat dalam membangun daerah. Dengan semangat gotong royong yang terus dipelihara, pembangunan tidak sekadar menghasilkan infrastruktur yang lebih baik, tetapi juga memperkokoh persatuan dan kebersamaan sebagai fondasi utama pembangunan yang berkelanjutan.












