BLORA – Komitmen mempercepat pembangunan kawasan pedesaan melalui kolaborasi lintas sektor kembali diwujudkan Pemerintah Kabupaten Blora bersama TNI. Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan Kodim 0721/Blora resmi dibuka dalam sebuah upacara di Lapangan Desa Gembyungan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Rabu (15/7/2026).
Upacara pembukaan dipimpin langsung oleh Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., didampingi Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto, S.Sos. Kegiatan tersebut juga dihadiri Kasdim 0721/Blora Mayor Arm Imam Sunandar, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Blora, kepala organisasi perangkat daerah, instansi vertikal, pejabat utama Kodim 0721/Blora, Forkopimcam Randublatung, Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XLII Dim 0721, Kepala Desa Gembyungan, serta berbagai unsur masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Arief Rohman menegaskan bahwa TMMD merupakan salah satu program strategis yang mencerminkan sinergi kuat antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan. Menurutnya, pembangunan desa tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas infrastruktur, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong sebagai fondasi kehidupan berbangsa.
Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, pelaksanaan TMMD tahun ini dipandang sebagai langkah konkret untuk mempercepat kemajuan desa sebagai titik awal pembangunan nasional yang berkelanjutan.
“TMMD bukan hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga merawat semangat gotong royong yang menjadi jati diri bangsa. Melalui program ini, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat bersatu dalam satu langkah untuk membangun desa,” ujar Arief Rohman.
Pada pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap III di Desa Gembyungan, fokus kegiatan diarahkan pada pembangunan fisik yang berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Sasaran tersebut meliputi pembangunan jalan makadam, pembangunan talud jalan sepanjang 957 meter, pembangunan talud penahan jalan sepanjang 123 meter di sisi kanan dan kiri jalan, serta rehabilitasi dua unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Sunti dan Slamet Riyadi.

Peningkatan infrastruktur tersebut diharapkan mampu membuka akses yang lebih baik antarwilayah, memperlancar mobilitas warga, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi desa melalui distribusi hasil pertanian dan aktivitas usaha masyarakat.
Selain pembangunan fisik, TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik sebagai upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia. Program tersebut mencakup penyuluhan wawasan kebangsaan, edukasi hukum, penyuluhan kesehatan, hingga pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesejahteraan masyarakat.
Pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 didukung anggaran sebesar Rp405 juta yang berasal dari APBD Provinsi Jawa Tengah, APBD Kabupaten Blora, serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Dukungan pendanaan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam mendorong pembangunan desa secara terpadu dan berkelanjutan.
Di akhir sambutannya, Bupati Arief Rohman mengajak seluruh masyarakat Desa Gembyungan untuk berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan pelaksanaan TMMD. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh kualitas pembangunan yang dihasilkan, tetapi juga oleh keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkan hasil pembangunan tersebut.
Ia juga berpesan kepada seluruh personel TNI maupun unsur yang terlibat agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, mengedepankan keselamatan kerja, serta terus membangun komunikasi yang harmonis dengan masyarakat selama program berlangsung.
Melalui TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Blora dan Kodim 0721/Blora berharap kolaborasi antara TNI dan masyarakat semakin kokoh, sehingga pembangunan desa dapat berjalan lebih cepat, merata, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Blora.












