TMMD Sengkuyung Tahap III Resmi Dimulai di Sragen, Gubernur Targetkan Kemiskinan Terus Turun

  • Bagikan
IMG 20260715 WA0110

SRAGEN – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan bahwa program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) tidak hanya berfungsi sebagai pembangunan infrastruktur pedesaan, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk menekan angka kemiskinan, memperkuat pertumbuhan ekonomi, serta mendukung pencapaian target pembangunan daerah menuju Indonesia Emas 2045.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, melalui amanat yang dibacakan Bupati Sragen H. Sigit Pamungkas saat memimpin Upacara Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Desa Majenang, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen, Rabu (15/7/2026).

Dalam amanatnya, Gubernur menegaskan bahwa TMMD merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat yang selama lebih dari empat dekade telah menjadi model kolaborasi efektif antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan wilayah.

“Selama 45 tahun, program ini membuktikan bahwa semangat gotong royong dan kesengkuyungan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada TNI atas dedikasi dan pengabdiannya dalam mendukung pembangunan di Jawa Tengah,” demikian amanat Gubernur yang dibacakan Bupati Sragen.

Menurut Gubernur, pelaksanaan TMMD Tahun 2026 didukung sinergi antara TNI Angkatan Darat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta pemerintah kabupaten dan kota dengan dukungan anggaran dari Pemprov Jawa Tengah sebesar Rp33,2 miliar.

Kolaborasi tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam mempercepat pembangunan yang inklusif dan merata, terutama di kawasan pedesaan, daerah terisolasi, wilayah tertinggal, kawasan perkotaan kumuh, hingga daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi.

Program TMMD, lanjutnya, tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik berupa infrastruktur dasar, tetapi juga memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan nonfisik.

Pembangunan fisik diprioritaskan pada penyediaan infrastruktur dan sarana prasarana yang mampu meningkatkan aksesibilitas masyarakat serta memperlancar aktivitas ekonomi desa. Sementara kegiatan nonfisik diarahkan pada penguatan wawasan kebangsaan, peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, hingga pembinaan bela negara sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan wilayah.

Gubernur juga berharap semangat kemanunggalan TNI dan masyarakat tidak berhenti setelah program TMMD selesai, melainkan menjadi budaya kolaboratif dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan di tingkat desa.

Ia menekankan bahwa melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan, desa-desa di Jawa Tengah diharapkan semakin mandiri, tangguh, dan sejahtera.

Lebih jauh, Gubernur optimistis pelaksanaan TMMD Reguler ke-129 maupun TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 akan memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian target Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, termasuk menurunkan angka kemiskinan hingga kisaran 8,53–8,70 persen dan mendorong pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,00–6,00 persen sebagai bagian dari persiapan menghadapi bonus demografi dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Komandan Kodim 0725/Sragen, Letkol Inf Dindin Rohidin, menjelaskan bahwa pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap III di Desa Majenang berlangsung selama 30 hari, mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2026.

Program fisik yang menjadi sasaran utama meliputi pembangunan cor blok jalan sepanjang 400 meter dengan lebar 3 meter dan ketebalan 12 sentimeter, rehabilitasi lima unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta pembangunan lima unit jamban sehat.

Selain pembangunan infrastruktur, TMMD juga menghadirkan beragam kegiatan nonfisik berupa penyuluhan wawasan kebangsaan, keluarga berencana dan kesehatan, pencegahan stunting, penguatan layanan Posyandu, edukasi penyakit tidak menular, pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat, pencegahan penyalahgunaan narkoba, penyuluhan sektor peternakan, perikanan, pertanian, perkebunan, hingga pembinaan mental dan kerohanian.

Rangkaian pembukaan TMMD diakhiri dengan penyerahan bantuan paket sembako kepada warga lanjut usia dan masyarakat prasejahtera sebagai bentuk kepedulian sosial yang menjadi bagian dari semangat pengabdian TNI kepada masyarakat.

Melalui kombinasi pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan kolaborasi lintas sektor, TMMD kembali menegaskan perannya sebagai salah satu instrumen pembangunan yang tidak hanya memperbaiki kualitas fasilitas publik, tetapi juga memperkuat fondasi sosial dan ekonomi desa secara berkelanjutan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *