TMMD Sengkuyung Tahap III di Majenang Resmi Ditutup, Seluruh Sasaran Tuntas 100 Persen

  • Bagikan
IMG 20260813 WA0072

SRAGEN — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 Kodim 0725/Sragen resmi berakhir. Penutupan kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Dukuh Sekulak, Desa Majenang, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen, Kamis (13/8/2026), menandai rampungnya seluruh sasaran pembangunan yang selama ini dikerjakan bersama TNI, pemerintah daerah dan masyarakat.

Upacara penutupan dipimpin Komandan Kodim 0725/Sragen Letkol Inf Dindin Rohidin, S.IP., yang bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam kesempatan tersebut, Dandim membacakan amanat Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han.

Dalam amanatnya, Pangdam menegaskan bahwa TMMD merupakan bentuk nyata sinergi lintas sektoral antara TNI, Polri, kementerian/lembaga pemerintah serta pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan.

“TMMD merupakan program kerja sama yang terpadu dan berkelanjutan antara TNI, Polri, Kementerian/Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) dan Pemerintah Daerah. Program ini memadukan langkah masing-masing instansi untuk membantu percepatan pembangunan di daerah, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat sekaligus mendukung aspek pertahanan,” demikian amanat Pangdam yang dibacakan Dandim.

Pangdam menjelaskan, sasaran TMMD diarahkan terutama kepada wilayah pedesaan yang masih menghadapi berbagai keterbatasan, termasuk daerah tertinggal, miskin, terisolasi, terpencil, wilayah perbatasan, kawasan kumuh perkotaan maupun daerah yang terdampak bencana.

Melalui pendekatan pembangunan berbasis desa, program tersebut diharapkan mampu memperbaiki kualitas hidup masyarakat, mengurangi kesenjangan sosial serta memperluas pemerataan pembangunan.

Pada penyelenggaraan TMMD Reguler ke-129 TA 2026, Kodam IV/Diponegoro melaksanakan program di empat wilayah, yakni Kabupaten Banjarnegara, Purworejo, Sukoharjo dan Semarang. Bersamaan dengan itu, seluruh Kodim jajaran Kodam IV/Diponegoro juga melaksanakan TMMD Sengkuyung Tahap III secara serentak di wilayah masing-masing.

Pangdam memberikan apresiasi atas keberhasilan pelaksanaan program yang mampu menyelesaikan seluruh sasaran fisik hingga 100 persen. Infrastruktur yang dibangun mencakup peningkatan kualitas jalan dan jembatan, pembangunan Pos Kamling, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), fasilitas air bersih, sumur bor hingga sanitasi.

Menurutnya, keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari bangunan fisik yang berdiri, tetapi juga dari manfaat sosial yang dirasakan masyarakat.

Karena itu, berbagai kegiatan nonfisik turut menjadi bagian penting dalam program tersebut, antara lain penyuluhan bela negara dan wawasan kebangsaan, pencegahan stunting, pasar murah, pembagian sembako serta pelayanan kesehatan gratis.

Program tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas masyarakat desa agar semakin mandiri, sehat, tangguh dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta kehidupan berbangsa.

Pelaksanaan TMMD juga diperkuat dengan sejumlah Program Unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), antara lain pembangunan TNI AD Manunggal Air Bersih, pengembangan ketahanan pangan, rehabilitasi RTLH, pembangunan MCK, percepatan penurunan stunting, penanaman pohon serta pembersihan lingkungan fasilitas umum dan sosial.

Pangdam berpesan agar seluruh hasil pembangunan yang telah diwujudkan melalui program TMMD tidak berhenti pada seremoni penutupan. Masyarakat diminta bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas tersebut agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Seluruh hasil yang telah dicapai tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Apa yang telah kita bangun bersama agar dipelihara dan dirawat sehingga memiliki masa pakai yang panjang,” pesan Pangdam.

Sementara itu, Dandim 0725/Sragen Letkol Inf Dindin Rohidin memastikan seluruh sasaran TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Majenang, Kecamatan Sukodono, telah diselesaikan sepenuhnya.

Untuk sasaran fisik, program tersebut meliputi pembangunan cor blok jalan sepanjang 400 meter, rehabilitasi lima unit RTLH, serta pembangunan lima unit jamban sehat.

“Seluruh sasaran fisik telah selesai 100 persen. Begitu pula sasaran nonfisik, mulai dari penyuluhan peternakan dan perikanan, pertanian dan perkebunan, pembinaan kamtibmas dan bahaya narkoba, KB-Kesehatan, Posyandu dan penyakit tidak menular, penyuluhan stunting, hingga pembinaan rohani juga telah dilaksanakan,” ujar Dindin.

Rampungnya pembangunan jalan menjadi salah satu hasil yang paling langsung dirasakan masyarakat. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat Desa Majenang.

Setelah upacara penutupan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan paket sembako kepada warga lanjut usia dan masyarakat prasejahtera. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan hasil rehabilitasi RTLH serta pengecekan jalan hasil pembangunan TMMD.

Peresmian hasil pembangunan jalan ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti. Momentum tersebut sekaligus menjadi penanda bahwa akses jalan yang dibangun melalui program TMMD telah dapat dimanfaatkan masyarakat.

Dengan berakhirnya TMMD Sengkuyung Tahap III, pembangunan di Desa Majenang memasuki tahap berikutnya: memastikan seluruh hasil yang telah diwujudkan tetap terawat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Lebih dari sekadar pembangunan infrastruktur, TMMD kembali menunjukkan bahwa ketika TNI, pemerintah dan masyarakat bergerak dalam satu arah, pembangunan desa dapat dikerjakan secara gotong royong, terukur dan berkelanjutan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *