Sinergi TNI dan Lintas Sektor Salurkan 16 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Tawangsari

  • Bagikan
IMG 20260815 WA0100

Sukoharjo — Musim kemarau yang berkepanjangan mulai memperberat akses masyarakat terhadap kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Sukoharjo. Menjawab kondisi tersebut, Yonif TP 449/SH bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Sukoharjo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo, dan Puskesmas Sukoharjo bergerak bersama menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Kecamatan Tawangsari, Sabtu (15/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, tiga tangki air bersih dengan total sekitar 16 ribu liter didistribusikan ke dua lokasi yang mengalami keterbatasan pasokan air, yakni Dukuh Jarum RT 01/RW 11, Desa Kedungjambal, serta Dukuh Banaran RT 02/RW 08, Desa Pundungrejo, Kecamatan Tawangsari.

Bantuan itu menjadi bagian dari upaya lintas sektor untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh akses air bersih di tengah kondisi kemarau yang semakin meluas.

Ketua PMI Sukoharjo, dr. Kunari Mahanani, mengatakan dampak musim kemarau mulai dirasakan di sejumlah wilayah Sukoharjo, termasuk Kecamatan Tawangsari. Karena itu, diperlukan kolaborasi berbagai pihak agar kebutuhan dasar masyarakat dapat segera ditangani.

“Musim kemarau panjang di Sukoharjo mulai meluas di tiga kecamatan, termasuk Kecamatan Tawangsari. Kami bersama Yonif TP 449/SH, BPBD Sukoharjo, dan Puskesmas Sukoharjo bersinergi untuk meringankan beban warga yang terdampak kekeringan,” ujar Kunari.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam distribusi air bersih tersebut. Menurutnya, kerja sama lintas instansi menjadi salah satu kunci untuk mempercepat penanganan dampak kekeringan di tingkat masyarakat.

Di Desa Kedungjambal, kedatangan bantuan air bersih disambut antusias warga. Sejumlah warga telah menunggu dengan membawa ember dan jeriken untuk menampung air yang didistribusikan.

Kepala Desa Kedungjambal, Suminto, S.P., mengungkapkan bahwa Dukuh Jarum menjadi salah satu wilayah yang paling merasakan dampak kekurangan air bersih selama musim kemarau.

“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian semua pihak kepada warga Desa Kedungjambal. Dalam kondisi kemarau seperti sekarang, Dukuh Jarum memang menjadi wilayah yang paling kekurangan air. Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari,” kata Suminto.

Bagi masyarakat, distribusi tersebut bukan sekadar bantuan sesaat. Air yang diterima menjadi penopang kebutuhan sehari-hari ketika sumber air warga mulai terbatas akibat berlangsungnya musim kemarau.

Dari unsur TNI, Kapten Inf Sumardi, Danki Peternakan Yonif TP 449/SH yang mewakili Danyonif TP 449/SH, menegaskan bahwa keterlibatan prajurit dalam penyaluran air bersih merupakan bagian dari komitmen untuk hadir di tengah masyarakat, terutama ketika warga menghadapi kesulitan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk dedikasi dan ikhtiar TNI untuk senantiasa hadir menjadi solusi di tengah kesulitan rakyat,” ujar Sumardi.

Ia menambahkan, Yonif TP 449/SH saat ini telah menyiagakan satu unit mobil tangki air di Marshaling Area (MA) Yonif TP 449/SH. Kendaraan tersebut dapat dikerahkan sewaktu-waktu apabila masyarakat membutuhkan bantuan distribusi air bersih.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan semua pihak agar kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Bantuan akan terus berlanjut sesuai kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Sinergi antara TNI, PMI, BPBD, dan Puskesmas tersebut menunjukkan bahwa penanganan kekeringan tidak hanya bergantung pada satu institusi. Ketika musim kemarau menekan ketersediaan air, koordinasi dan respons cepat menjadi penting agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Di tengah keterbatasan sumber air, ribuan liter air yang disalurkan hari itu menjadi bantuan konkret bagi warga Tawangsari, sekaligus penanda bahwa persoalan kekeringan membutuhkan kehadiran bersama, kerja terkoordinasi, dan kepedulian yang berkelanjutan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *