Semangat Gotong Royong Para Ibu Warnai TMMD Sengkuyung Tahap III Kodim 0735 Surakarta

  • Bagikan
IMG 20260725 WA0056

SURAKARTA — Semangat gotong royong dalam pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 Kodim 0735 Surakarta tidak hanya terlihat dari aktivitas fisik para prajurit TNI dan warga di lokasi pembangunan.

Di balik pengerjaan saluran air sepanjang 97 meter dengan ketinggian 1,5 meter di Kampung Blangkon RT 02 dan RT 06 RW 06, Kelurahan Serengan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta, terdapat peran penting para ibu yang turut menopang jalannya program pembangunan tersebut.

Sejak pagi, sejumlah ibu rumah tangga secara bergiliran mengambil bagian dalam kegiatan dapur umum TMMD. Mereka menyiapkan makanan dan minuman bagi anggota Satgas TMMD, organisasi kemasyarakatan, serta warga yang terlibat dalam pekerjaan fisik di lapangan.

Dengan sistem pembagian jadwal atau giliran antar-RT, para ibu secara sukarela menjalankan peran tersebut. Sebagian menyiapkan kebutuhan konsumsi di sekitar lokasi pekerjaan, sementara lainnya memasak hidangan yang kemudian disajikan untuk sarapan dan makan siang bersama.

Keterlibatan tersebut menjadi gambaran nyata bahwa TMMD bukan semata-mata program pembangunan infrastruktur. Lebih dari itu, TMMD menjadi ruang perjumpaan yang mempertemukan TNI dan masyarakat dalam semangat kebersamaan, kepedulian, serta gotong royong.

Di tengah aktivitas pembangunan yang berlangsung, kehadiran para ibu turut menciptakan suasana kekeluargaan. Hidangan yang mereka siapkan menjadi bentuk dukungan sederhana, tetapi memiliki makna besar bagi para pekerja yang tengah menyelesaikan sasaran fisik TMMD.

Salah seorang warga, Suharti (46), mengatakan dirinya merasa senang dapat berkontribusi dalam pelaksanaan TMMD meskipun tidak terlibat langsung dalam pekerjaan konstruksi.

Menurutnya, setiap warga memiliki cara masing-masing untuk berpartisipasi. Bagi para ibu, memasak dan menyiapkan makanan merupakan bentuk dukungan yang dapat diberikan untuk membantu kelancaran pembangunan.

“Kami sangat senang bisa ikut membantu. Meskipun tidak ikut mengangkat material, kami bisa memasak dan membawa makanan untuk bapak-bapak yang bekerja di lokasi. Anggota Satgas TMMD sudah seperti keluarga sendiri bagi kami,” ujar Suharti, Sabtu (25/7/2026).

Ia menilai pembangunan saluran air tersebut akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Karena itu, warga merasa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mendukung proses pembangunan sesuai kemampuan masing-masing.

Sementara itu, Danramil 03/Serengan Kapten Cba Tri Rusman Prasetyo, S.Sos., mengatakan pelaksanaan TMMD menunjukkan bahwa pembangunan wilayah tidak dapat hanya dibebankan kepada satu pihak.

Menurutnya, keberhasilan program pembangunan membutuhkan keterlibatan dan dukungan berbagai elemen masyarakat. Semangat tersebut terlihat dari partisipasi warga, termasuk para ibu yang secara sukarela membantu menyediakan kebutuhan konsumsi bagi personel dan masyarakat yang bekerja di lokasi.

“Program TMMD ini menunjukkan bahwa pemerataan pembangunan wilayah merupakan tanggung jawab bersama. Tidak hanya menghadirkan infrastruktur yang lebih baik, tetapi juga memperkuat nilai-nilai gotong royong, kepedulian, dan kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia,” jelasnya.

Bagi para ibu di sekitar lokasi TMMD, memasak bukan sekadar aktivitas domestik. Di tengah kepulan asap dapur dan kesibukan menyiapkan hidangan, tersimpan dukungan moral bagi mereka yang bekerja membangun fasilitas bagi kepentingan masyarakat.

Dari tangan-tangan sederhana yang menyiapkan makanan, tumbuh sebuah pesan penting: pembangunan akan lebih kuat ketika dikerjakan bersama. Sebab, di balik setiap meter saluran yang dibangun, terdapat tenaga, kepedulian, dan doa masyarakat yang berharap hasil TMMD dapat memberikan manfaat bagi kehidupan warga dalam jangka panjang.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *