Satgas TMMD dan PMI Tingkatkan Kapasitas Warga Kesongo Hadapi Situasi Darurat

  • Bagikan
1000370372

BOJONEGORO – Pengetahuan dasar mengenai pertolongan pertama dinilai menjadi bagian penting dari kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kecelakaan maupun bencana. Kesalahan dalam memberikan pertolongan, terutama saat mengevakuasi korban, justru dapat memperburuk kondisi korban dan membahayakan keselamatan penolong.

Pesan tersebut mengemuka dalam Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana Alam dan Nonalam Berbasis Masyarakat yang digelar Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro di Balai Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian program TMMD ke-129 yang tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.

Para peserta memperoleh pembekalan mengenai penanganan awal korban kecelakaan, teknik evakuasi yang aman, serta prosedur pertolongan pertama sebelum korban mendapatkan penanganan dari tenaga medis.

Komandan Satuan Setingkat Kompi (SSK) Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, mengatakan kemampuan memberikan pertolongan pertama harus didukung pengetahuan dan teknik yang benar.

“Ilmu pertolongan pertama sangat penting. Jangan sampai niat menolong justru membuat kondisi korban semakin parah karena teknik evakuasi yang salah,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat perlu memahami batas kemampuan ketika menghadapi situasi darurat. Tindakan cepat memang diperlukan, tetapi kecepatan tersebut harus diimbangi dengan cara penanganan yang tepat agar tidak menimbulkan risiko tambahan bagi korban maupun penolong.

Dalam kesempatan itu, Purnomo juga mengajak peserta yang memenuhi persyaratan kesehatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan donor darah yang menjadi bagian dari rangkaian TMMD ke-129.

“Setiap tetes darah yang disumbangkan dapat menjadi harapan hidup bagi orang lain,” tandasnya.

Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, menilai sosialisasi tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan kondisi geografis wilayahnya. Desa Kesongo berada di jalur alternatif Bojonegoro–Lamongan yang memiliki mobilitas kendaraan cukup tinggi dan berpotensi menghadapi risiko kecelakaan lalu lintas.

Karena itu, menurut Kusnadi, masyarakat perlu memiliki pengetahuan dasar untuk memberikan respons awal ketika terjadi kecelakaan sebelum petugas kesehatan tiba di lokasi.

“Jangan hanya merekam menggunakan telepon genggam. Yang paling penting adalah segera menghubungi petugas kesehatan agar korban mendapatkan penanganan secepat mungkin,” tegasnya.

Materi sosialisasi disampaikan Staf Penanggulangan Bencana dan Yankessos PMI Kabupaten Bojonegoro, Wahyu Theo Alfian. Ia menjelaskan, perangkat desa dan anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) merupakan kelompok yang kerap berada di garis depan ketika terjadi kecelakaan maupun bencana di lingkungan desa.

“Maka tepat sekali jika mereka menjadi sasaran untuk memperoleh pelatihan pertolongan pertama,” ungkapnya.

Wahyu menekankan, pemahaman mengenai pertolongan pertama tidak boleh berhenti pada penguasaan teori. Peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan tersebut secara aman dan terukur ketika menghadapi keadaan darurat.

“Seorang penolong harus mengetahui cara yang benar. Jangan sampai niat membantu justru membuat dirinya ikut menjadi korban karena kurangnya pengetahuan,” katanya.

Rangkaian edukasi PMI di Desa Kesongo akan terus berlanjut. Pada 4 Agustus 2026, sosialisasi dijadwalkan menyasar siswa SD Negeri Kesongo 1 dan SD Negeri Kesongo 2. Sementara itu, kegiatan donor darah akan digelar di Balai Desa Kesongo pada 7 Agustus 2026.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Satgas TMMD ke-129 bersama PMI tidak hanya mendorong pembangunan fisik desa, tetapi juga membangun kesadaran dan kemampuan masyarakat agar lebih siap menghadapi kecelakaan, bencana, serta berbagai kondisi darurat yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *