NGAWI — Upaya memperkuat ketahanan sosial masyarakat dari ancaman penyalahgunaan narkoba dan perilaku perundungan (bullying) terus dilakukan jajaran Polres Ngawi melalui pendekatan edukatif. Kali ini, Polsek Sine menyasar lingkungan rumah ibadah dengan menggelar sosialisasi di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Induk Desa Ketanggung, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi.
Kegiatan tersebut dipimpin Kanit Binmas Polsek Sine Aiptu Alis Setiyono bersama Bhabinkamtibmas Desa Ketanggung Brigadir M. Misbakhudin. Sosialisasi dihadiri Pendeta GKJW Ari Artha Kristanti, jajaran pengurus gereja, serta jemaat yang mengikuti kegiatan dengan antusias.
Dalam penyampaian materi, personel kepolisian memberikan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, mulai dari dampaknya terhadap kesehatan, konsekuensi hukum yang dapat menjerat pelaku, hingga pengaruh buruk yang ditimbulkan terhadap kehidupan keluarga dan lingkungan sosial. Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai pentingnya mencegah serta menolak segala bentuk tindakan bullying yang kerap terjadi di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Sine Heri Riyanto menegaskan bahwa pendekatan preventif melalui edukasi merupakan salah satu strategi utama Polri dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap berbagai ancaman sosial yang dapat merusak masa depan generasi muda.
Menurutnya, pencegahan tidak cukup dilakukan melalui penegakan hukum semata, tetapi harus diawali dengan pemberian pemahaman yang berkelanjutan kepada seluruh lapisan masyarakat agar mampu mengenali risiko sekaligus mengambil peran dalam upaya pencegahannya.
“Pencegahan penyalahgunaan narkoba dan bullying harus dimulai dari edukasi yang berkelanjutan. Polri hadir untuk memberikan pemahaman sekaligus membangun kemitraan dengan seluruh lapisan masyarakat agar bersama-sama menciptakan generasi yang sehat, berkarakter, dan bebas dari pengaruh negatif,” ujar Kapolsek Sine saat dikonfirmasi media, Selasa (14/7/2026).
Melalui forum tersebut, jemaat GKJW Induk Desa Ketanggung memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya menjaga lingkungan yang bebas dari narkoba serta membangun budaya saling menghormati untuk mencegah terjadinya perundungan.
Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat hubungan kemitraan antara kepolisian dengan tokoh agama dan masyarakat. Sinergi tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam menciptakan sistem deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus memperkuat partisipasi publik dalam menjaga lingkungan yang aman, damai, dan kondusif.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana tertib, aman, dan penuh kebersamaan. Polsek Sine berharap edukasi yang terus dilakukan secara berkesinambungan mampu membangun kesadaran kolektif masyarakat sehingga upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba maupun bullying dapat dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga, komunitas, dan tempat ibadah.












