Polri Siagakan Personel dan AWC Hadapi Ancaman Karhutla di Aceh Selatan

  • Bagikan
IMG 20260827 WA00361 768x512

ACEH SELATAN — Kepolisian Resor Aceh Selatan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan memastikan personel, sarana pendukung, serta pola koordinasi lintas sektor berada dalam kondisi siap digerakkan sewaktu-waktu.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam apel kesiapsiagaan penanganan dan pencegahan Karhutla yang digelar di wilayah Kabupaten Aceh Selatan, Kamis (27/8/2026). Kapolres Aceh Selatan T. Ricki Fadlianshah, S.I.K., M.H., diwakili Wakapolres Kompol M. Jafaruddin, S.E., M.A.P., hadir dalam kegiatan tersebut bersama unsur pemerintah daerah, TNI, dan aparat penegak hukum.

Apel dipimpin Bupati Aceh Selatan H. Mirwan MS, S.E., M.Sos. Kegiatan turut dihadiri Dandim 0107/Aceh Selatan Letkol Inf Andrino D.N. Lubis, S.Sos., Kajari Rozano Yudistira, S.H., M.H., serta sejumlah pejabat dan unsur terkait lainnya.

Apel ini menjadi bagian dari langkah antisipatif pemerintah daerah bersama aparat keamanan dan stakeholder terkait untuk menghadapi potensi Karhutla. Tidak hanya menitikberatkan pada kesiapan personel, kegiatan tersebut juga mengevaluasi kesiapan sarana dan prasarana serta mekanisme respons apabila kebakaran terjadi.

Bagi kepolisian, kecepatan menjadi faktor penting dalam penanganan Karhutla. Api yang terlambat ditangani berpotensi meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan maupun masyarakat. Karena itu, personel Polres Aceh Selatan hingga jajaran Polsek disiapkan untuk segera bergerak menuju lokasi ketika ditemukan adanya kebakaran.

Wakapolres Aceh Selatan Kompol M. Jafaruddin menegaskan bahwa kepolisian tidak hanya menunggu terjadinya kebakaran, tetapi juga mengedepankan upaya pencegahan melalui pemantauan dan patroli secara berkala.

“Polres Aceh Selatan siap menyiagakan personel dan sarana pendukung, termasuk mobil AWC (Armoured Water Cannon) untuk bergerak cepat apabila terjadi Karhutla di wilayah Aceh Selatan,” ujarnya.

Menurutnya, langkah preventif juga terus diperkuat melalui patroli di wilayah yang dinilai memiliki potensi kerawanan, pemantauan titik panas atau hotspot melalui aplikasi Lancang Kuning, serta penyampaian imbauan kepada masyarakat.

Pendekatan tersebut diarahkan untuk membangun kesadaran bersama bahwa pencegahan Karhutla bukan semata-mata tanggung jawab aparat. Peran masyarakat dalam menjaga kawasan hutan dan lahan, tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran menjadi bagian penting dari sistem pencegahan.

Kesiapsiagaan itu kemudian diuji melalui simulasi penanganan Karhutla setelah apel selesai. Simulasi menggambarkan tahapan penanganan secara terpadu, mulai dari respons awal ketika api ditemukan hingga proses pemadaman dan pengendalian agar api tidak semakin meluas.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk menguji koordinasi dan keterampilan personel di lapangan. Dengan latihan semacam itu, setiap unsur diharapkan memahami peran masing-masing dan mampu mengambil tindakan secara cepat ketika menghadapi situasi nyata.

Polres Aceh Selatan memastikan sinergi bersama pemerintah daerah, TNI, kejaksaan, serta unsur terkait lainnya akan terus diperkuat. Kesiapan personel dan peralatan dipandang sebagai bagian dari strategi untuk memastikan setiap potensi Karhutla dapat ditangani sedini mungkin.

Di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan yang dapat berkembang dengan cepat, kesiapsiagaan bukan sekadar agenda seremonial. Bagi aparat di Aceh Selatan, kesiapan berarti kemampuan untuk mendeteksi, merespons, dan mengendalikan kebakaran sebelum dampaknya menjadi lebih luas.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *