MALANG KOTA – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota terus memperkuat upaya pencegahan kenakalan remaja melalui pendekatan edukatif dan humanis di lingkungan pendidikan. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui kegiatan sambang dan silaturahmi yang dilakukan Kapolsek Klojen, Kompol Moch. Budiarto, bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Sumbersari, Aiptu Wahyu Setiawan, ke SMAN 4 Kota Malang, Senin (8/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi kepolisian dalam membangun komunikasi yang lebih erat dengan kalangan pelajar, tenaga pendidik, serta pemangku kepentingan pendidikan guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan kondusif bagi perkembangan generasi muda.
Pertemuan yang berlangsung di lingkungan sekolah itu dihadiri Kepala SMAN 4 Kota Malang, Dr. Hari Wahjono, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan Alfan Akbar Yusuf, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Salis Adha, serta sejumlah perwakilan siswa kelas XI dan pengurus sekolah.
Program sambang sekolah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, yang menginstruksikan seluruh pejabat utama dan jajaran kewilayahan untuk secara rutin hadir di lingkungan pendidikan. Langkah ini bertujuan memperkuat koordinasi, menyerap aspirasi masyarakat, sekaligus memetakan berbagai dinamika sosial yang berkembang di kalangan pelajar.
Dalam dialog yang berlangsung terbuka, Kompol Budiarto mendengarkan berbagai pandangan dari pihak sekolah dan siswa mengenai kondisi dunia pendidikan saat ini serta tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin cepat.
“Kegiatan sambang ini merupakan implementasi arahan Bapak Kapolresta Malang Kota. Kami ingin membangun komunikasi, mendengar aspirasi, sekaligus mengetahui kondisi riil yang dihadapi sekolah. Lingkungan pendidikan menjadi salah satu prioritas karena di sinilah masa depan bangsa sedang dibentuk,” ujar Kompol Budiarto.
Menurutnya, hubungan yang harmonis antara kepolisian dan institusi pendidikan memiliki peran strategis dalam mencegah berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya yang melibatkan kalangan pelajar.
Dalam kesempatan tersebut, Kompol Budiarto secara khusus mengingatkan para siswa agar menjauhi berbagai bentuk perilaku menyimpang yang dapat merusak masa depan mereka. Beberapa isu yang menjadi perhatian antara lain perundungan (bullying), perkelahian antarpelajar, penyalahgunaan narkotika, hingga maraknya praktik judi online yang kini menjadi ancaman serius bagi generasi muda.
Ia mengajak para pelajar untuk mengambil peran aktif sebagai agen perubahan dan teladan di lingkungan sekolah maupun pergaulan sehari-hari.
“Saya mengajak seluruh siswa menjadi agen kebaikan. Sampaikan kepada teman-teman agar menjauhi bullying, perkelahian, narkoba, maupun judi online. Semua itu dapat merusak masa depan dan menghambat cita-cita yang sedang diperjuangkan,” tegasnya.
Selain menyoroti persoalan kenakalan remaja, Kompol Budiarto juga memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan mental pelajar. Menurutnya, tekanan akademik maupun persoalan pribadi yang tidak ditangani dengan baik dapat berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis siswa.
Karena itu, ia mendorong para pelajar untuk tidak memendam persoalan yang sedang dihadapi dan berani mencari bantuan kepada orang-orang yang dipercaya.
“Jika memiliki masalah, jangan dipendam sendiri. Carilah orang yang bisa dipercaya untuk diajak berdiskusi, baik sahabat, orang tua, keluarga maupun guru. Langkah sederhana ini sangat penting untuk mencegah stres, tekanan psikologis, maupun gangguan mental yang dapat memengaruhi proses belajar dan masa depan kalian,” pesannya.
Pesan tersebut mendapat perhatian serius dari pihak sekolah yang selama ini juga berupaya memperkuat sistem pendampingan bagi peserta didik melalui peran guru, wali kelas, serta layanan bimbingan konseling.
Kepada para tenaga pendidik, Kapolsek Klojen turut mengajak agar terus meningkatkan kepedulian terhadap perkembangan perilaku siswa. Menurutnya, perubahan sikap yang tidak biasa sering kali menjadi indikator awal adanya persoalan yang membutuhkan perhatian dan pendampingan lebih lanjut.
Sementara itu, Aiptu Wahyu Setiawan menegaskan komitmen Bhabinkamtibmas untuk terus menjalin komunikasi aktif dengan pihak sekolah sebagai bagian dari upaya deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan maupun permasalahan sosial yang dapat memengaruhi kehidupan pelajar.
“Kami ingin memastikan sekolah menjadi ruang yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang para pelajar. Sinergi antara sekolah, orang tua, masyarakat, dan kepolisian sangat penting untuk menjaga generasi muda dari berbagai pengaruh negatif,” ujarnya.
Melalui pendekatan yang mengedepankan dialog, edukasi, dan pembinaan, Polresta Malang Kota berharap dapat membangun kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga generasi muda. Kehadiran polisi di lingkungan sekolah tidak hanya berfungsi sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra pendidikan yang turut berkontribusi dalam membentuk karakter pelajar yang berintegritas, berprestasi, serta memiliki ketahanan moral dan mental dalam menghadapi tantangan zaman.
Upaya tersebut sekaligus menegaskan komitmen Polri dalam memperkuat strategi pencegahan berbasis kemitraan sebagai fondasi penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung lahirnya generasi penerus bangsa yang berkualitas.












