MANADO – Aparat kepolisian bergerak cepat menangani kasus penganiayaan menggunakan senjata tajam yang menewaskan seorang pria di Kelurahan Tikala Kumaraka, Lingkungan V, Kecamatan Wenang, Kota Manado. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (13/6/2026) itu kini menjadi fokus penyelidikan intensif jajaran kepolisian guna mengungkap pelaku dan motif di balik aksi kekerasan tersebut.
Sesaat setelah menerima laporan dari masyarakat, personel Polsek Wenang bersama Tim Identifikasi Forensik (Inafis) Polresta Manado langsung mendatangi lokasi kejadian untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), melakukan olah TKP, serta mengumpulkan berbagai informasi awal yang diperlukan dalam proses penyidikan.
Korban diketahui berinisial ZM (24), yang meninggal dunia akibat luka serius yang dideritanya setelah menjadi sasaran serangan senjata tajam. Selain korban meninggal, insiden tersebut juga menyebabkan seorang warga berinisial S (47) mengalami luka saat berupaya menghindari serangan yang terjadi di lokasi kejadian.
Kapolsek Wenang AKP Ronald Varit Sabaja memimpin langsung penanganan awal di lapangan bersama personel piket. Sejumlah langkah cepat dilakukan, mulai dari sterilisasi area kejadian, pendataan saksi-saksi, hingga koordinasi dengan Tim Inafis Polresta Manado guna memastikan seluruh barang bukti dan petunjuk yang ada dapat terdokumentasi secara maksimal.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, aksi penganiayaan diduga dilakukan oleh beberapa orang yang datang ke lokasi sebelum akhirnya melakukan penyerangan terhadap korban. Setelah melancarkan aksinya, para pelaku dilaporkan langsung melarikan diri.
Untuk mempercepat pengungkapan perkara, petugas melakukan identifikasi menyeluruh terhadap barang bukti yang ditemukan di sekitar lokasi. Selain itu, sejumlah saksi yang mengetahui maupun menyaksikan langsung kejadian turut dimintai keterangan guna membantu penyidik merekonstruksi kronologi peristiwa secara utuh.
AKP Ronald Varit Sabaja menegaskan bahwa jajaran Polsek Wenang bersama Satuan Reserse Kriminal Polresta Manado terus melakukan pengejaran terhadap para terduga pelaku.
“Begitu menerima informasi, personel langsung bergerak ke lokasi untuk mengamankan TKP dan melakukan langkah-langkah kepolisian. Saat ini proses penyelidikan masih berlangsung dan tim terus melakukan pengejaran terhadap para terduga pelaku,” ujarnya.
Di samping proses pengejaran, kepolisian juga telah berkoordinasi dengan keluarga korban serta terus mendalami berbagai kemungkinan motif yang melatarbelakangi terjadinya tindak kekerasan tersebut. Seluruh aspek yang berkaitan dengan kasus ini masih menjadi bagian dari penyelidikan yang sedang berjalan.
Kepolisian memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi serta memberikan kepercayaan kepada aparat penegak hukum dalam menuntaskan kasus tersebut.
AKP Ronald Varit Sabaja menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap tindakan kekerasan yang merenggut nyawa seseorang. Menurutnya, aparat kepolisian akan terus bekerja hingga seluruh pelaku berhasil diidentifikasi dan diamankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
“Tidak ada ruang bagi pelaku kekerasan untuk menghindari pertanggungjawaban hukum. Kami akan terus bekerja hingga seluruh pelaku berhasil diamankan,” tegasnya.
Hingga saat ini, penyelidikan masih terus berlangsung. Kepolisian optimistis rangkaian bukti dan keterangan yang telah dikumpulkan akan membantu mengungkap identitas para pelaku serta mengungkap secara terang motif di balik peristiwa yang mengguncang warga Kota Manado tersebut.












