Polda Jatim Tanam Bawang Putih Serentak di Malang, Perkuat Ketahanan Pangan dan Kepedulian Sosial

  • Bagikan
Site 1 image 870x 6a854c62223cc

MALANG — Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus dikembangkan melalui kolaborasi lintas sektor. Di Jawa Timur, Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mengambil bagian dalam percepatan program swasembada pangan melalui penanaman bawang putih secara serentak yang dipadukan dengan kegiatan sosial dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Rabu (19/8/2026), dengan melibatkan kelompok tani setempat. Lahan seluas 1,5 hektare yang dikelola Kelompok Tani Subur Satu menjadi salah satu lokasi utama penanaman.

Selain penanaman, Polda Jatim juga menyalurkan bantuan sosial kepada 200 warga serta menyerahkan bantuan sarana pertanian kepada kelompok tani. Masyarakat turut mendapatkan pelayanan kesehatan berupa pemeriksaan kesehatan gratis dan pembagian vitamin.

Rangkaian kegiatan tersebut mencerminkan pendekatan yang lebih luas dalam pelaksanaan tugas kepolisian, yakni membangun kemitraan dengan masyarakat sekaligus mendukung agenda pemerintah di sektor pangan.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, penanaman bawang putih secara serentak tidak hanya berlangsung di Kabupaten Malang. Kegiatan serupa juga dilaksanakan di Kabupaten Magetan, Trenggalek, dan Pasuruan.

Secara keseluruhan, lahan yang siap ditanami dalam kegiatan serentak tersebut mencapai 2,5 hektare. Penanaman melibatkan delapan kelompok tani dengan dukungan sekitar 2.000 kilogram bibit yang berasal dari Kementerian Pertanian.

“Penanaman bawang putih serentak ini merupakan bentuk nyata dukungan Polda Jawa Timur terhadap program swasembada pangan. Kami bersama seluruh pihak terkait berupaya agar program ini dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi para petani maupun masyarakat,” ujar Kombes Pol Abast.

Menurutnya, keterlibatan jajaran Polda Jatim merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap kebijakan pemerintah dalam meningkatkan produksi komoditas pertanian, khususnya bawang putih yang memiliki nilai strategis bagi kebutuhan pangan.

Dukungan tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan. Polda Jatim turut mendorong kesiapan lahan, penyediaan bibit, sarana pertanian, hingga pendampingan bagi para petani.

Dalam kegiatan penanaman tersebut, terdapat empat varietas bawang putih yang digunakan, yakni Tawangmangu Baru, Lumbu Kuning, Lumbu Hijau, dan Geol Temanggung Agrihorti.

Pemilihan varietas dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik dan kondisi masing-masing wilayah agar tanaman mampu tumbuh secara optimal.

“Pemilihan varietas disesuaikan dengan kondisi wilayah agar tanaman dapat tumbuh secara optimal,” jelas Kombes Pol Abast.

Dukungan terhadap pengembangan komoditas tersebut memiliki cakupan yang lebih luas. Di wilayah hukum Polda Jatim, potensi pengembangan bawang putih tersebar di tujuh wilayah Polres dengan total lahan mencapai 284,76 hektare.

Program tersebut melibatkan 76 gabungan kelompok tani (Gapoktan) dan 586 petani. Angka tersebut menunjukkan besarnya potensi pengembangan bawang putih sekaligus ruang kolaborasi antara aparat, pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat sektor pertanian.

Tidak hanya berfokus pada penanaman, aspek pendukung budidaya juga menjadi perhatian. Di Desa Sumbersuko, sistem irigasi telah dipersiapkan dengan memanfaatkan pompa air dan sprinkler untuk menunjang kebutuhan air tanaman.

Kesiapan infrastruktur tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas tanaman, terutama di tengah tantangan perubahan kondisi cuaca dan kebutuhan pengelolaan lahan yang semakin efisien.

Polda Jatim bersama jajaran melalui Satgas Percepatan Swasembada Bawang Putih Polda Jatim akan terus membangun koordinasi dengan Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, kelompok tani, dan pemangku kepentingan lainnya.

Kombes Pol Abast menegaskan, keberhasilan program tidak semata-mata bergantung pada penanaman, tetapi juga pada kesinambungan pendampingan dan sinergi seluruh pihak.

“Sinergi dengan kelompok tani menjadi kunci. Kami ingin kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga turut mendukung program pemerintah yang memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Rangkaian kegiatan di Malang memperlihatkan bahwa agenda ketahanan pangan dapat berjalan beriringan dengan pelayanan sosial. Di satu sisi, petani memperoleh dukungan untuk meningkatkan produktivitas lahan. Di sisi lain, masyarakat sekitar mendapatkan bantuan sosial dan akses pelayanan kesehatan secara langsung.

Hasil panen bawang putih nantinya diharapkan mampu memberikan tambahan nilai ekonomi bagi para petani. Dalam skala yang lebih luas, peningkatan produksi juga diharapkan dapat memperkuat ketersediaan bawang putih di Jawa Timur.

Dengan pendekatan tersebut, program penanaman bawang putih bukan sekadar aktivitas budidaya, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem pangan yang melibatkan pemerintah, aparat, petani dan masyarakat secara berkelanjutan.

Polda Jatim menempatkan sinergi tersebut sebagai salah satu fondasi untuk memastikan program swasembada pangan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan produktif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *