Korem 081/DSJ Dorong Inovasi Pertanian, Varietas Padi Baru di Ngawi Tunjukkan Produktivitas Tinggi

  • Bagikan
IMG 20260619 WA0143

Ngawi — Komando Resor Militer (Korem) 081/Dhirotsaha Jaya (DSJ) terus memperkuat perannya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pengembangan inovasi di sektor pertanian. Upaya tersebut ditunjukkan dengan peninjauan langsung hasil uji coba varietas padi baru di lahan pertanian Desa Bintoyo, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, Jumat (19/6/2026).

Uji coba yang dilakukan bersama petani dan pemangku kepentingan terkait itu menghasilkan capaian yang dinilai menjanjikan. Berdasarkan hasil ubinan pada tanaman yang telah memasuki masa panen, varietas baru tersebut mampu menghasilkan produktivitas sekitar 8,9 ton gabah per hektare, lebih tinggi dibandingkan varietas yang ditanam pada lahan bersebelahan dengan perlakuan budidaya serupa yang menghasilkan sekitar 8,3 ton per hektare.

Komandan Korem 081/DSJ, Kolonel Arm Untoro Hariyanto, mengatakan perbedaan produktivitas tersebut menjadi indikator penting bahwa inovasi varietas yang tengah diuji memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut.

“Dari hasil komparasi langsung di lapangan, varietas baru ini mampu menghasilkan sekitar 8,9 ton per hektare, sedangkan varietas lain dengan perlakuan yang sama menghasilkan 8,3 ton per hektare. Selisih ini sangat baik dan memberikan harapan besar terhadap peningkatan kesejahteraan petani,” ujarnya saat meninjau lokasi panen.

Menurut Untoro, peningkatan hasil produksi per satuan luas merupakan faktor strategis dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Karena itu, Korem 081/DSJ berkomitmen terus mendorong penerapan berbagai inovasi pertanian yang terbukti mampu meningkatkan produktivitas di tingkat petani.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi antara berbagai pihak, mulai dari TNI, pemerintah daerah, penyuluh pertanian lapangan (PPL), hingga kelompok tani yang secara berkesinambungan mengawal proses budidaya sejak awal masa tanam.

“Kolaborasi yang terintegrasi dari seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menciptakan lompatan produksi pertanian. Kerja sama seperti ini perlu terus dipertahankan dan diperkuat agar mampu memberikan dampak yang lebih luas,” katanya.

Meski hasil awal menunjukkan prospek yang menggembirakan, Korem 081/DSJ menegaskan bahwa pengembangan varietas tersebut masih akan melalui tahapan evaluasi dan kajian lanjutan. Konsistensi produktivitas serta kemampuan adaptasi terhadap berbagai kondisi lingkungan akan menjadi parameter utama sebelum varietas tersebut direkomendasikan untuk pengembangan yang lebih luas.

Apabila pada fase berikutnya varietas ini tetap menunjukkan performa yang stabil dan unggul, Korem 081/DSJ siap mengusulkan pengembangannya kepada Kementerian Pertanian agar dapat dimanfaatkan secara lebih luas dalam mendukung produksi pangan nasional.

Optimisme terhadap potensi varietas tersebut juga datang dari Supriyanto, petani Desa Bintoyo yang lahannya digunakan sebagai lokasi uji coba. Ia menilai keunggulan varietas baru tidak hanya terlihat dari hasil panen yang lebih tinggi, tetapi juga dari ketahanannya terhadap gangguan organisme pengganggu tanaman.

Menurutnya, tanaman tersebut relatif lebih tahan terhadap serangan hama maupun penyakit kerdil yang kerap menjadi ancaman bagi produksi padi. Selain itu, karakter fisik tanaman juga menunjukkan keunikan tersendiri.

“Batang dan daun tanaman tetap tampak segar serta berwarna hijau meskipun bulir padinya sudah menguning dan siap dipanen. Kondisi ini menjadi salah satu keunggulan yang kami rasakan selama masa budidaya,” tuturnya.

Pengembangan varietas padi baru di Kabupaten Ngawi menjadi bagian dari langkah yang lebih luas untuk memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan produksi pertanian. Kehadiran varietas dengan produktivitas tinggi dan daya tahan yang lebih baik diharapkan dapat memberikan alternatif bagi petani dalam meningkatkan hasil usaha tani sekaligus memperkuat stabilitas pasokan pangan.

Melalui kolaborasi antara unsur TNI, pemerintah, dan masyarakat tani, inovasi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam menjaga kedaulatan pangan daerah dan nasional secara berkelanjutan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *