SRAGEN — Upaya mempercepat realisasi Luas Tambah Tanam (LTT) pada Musim Tanam (MT) III Tahun 2026 terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Di Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen, aparat teritorial bersama penyuluh pertanian menyatukan langkah guna memastikan proses tanam berlangsung tepat waktu sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan nasional.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan komunikasi sosial (komsos) yang dipimpin Babinsa Koramil Ngrampal, Pelda Surasno, bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Kecamatan Ngrampal, Senin (13/7). Pertemuan itu menjadi forum koordinasi sekaligus evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan pelaksanaan MT III di tingkat lapangan.
Berbagai aspek teknis menjadi fokus pembahasan, mulai dari kesiapan lahan, ketersediaan air irigasi, benih, pupuk, hingga identifikasi wilayah yang berpotensi mengalami keterlambatan tanam. Setiap kendala dipetakan secara rinci agar dapat segera ditindaklanjuti melalui langkah-langkah yang terukur dan terkoordinasi.
Pelda Surasno menegaskan bahwa percepatan tanam merupakan bagian penting dari upaya mempertahankan produktivitas pertanian sekaligus mendukung target swasembada pangan. Menurutnya, keberhasilan musim tanam tidak hanya ditentukan oleh hasil panen, tetapi dimulai dari ketepatan waktu petani mengolah lahan dan menanam.
“Keberhasilan MT III tidak ditentukan saat panen, tetapi dimulai dari kecepatan petani turun ke sawah. Karena itu, Babinsa bersama PPL harus hadir mendampingi, memotivasi, sekaligus menyelesaikan setiap kendala yang dihadapi petani. Jangan sampai ada lahan yang terlambat tanam karena lemahnya koordinasi,” ujar Pelda Surasno.
Ia menambahkan, Babinsa akan terus memperkuat pendampingan kepada petani melalui koordinasi intensif dengan pemerintah desa, kelompok tani, dan para penyuluh. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memastikan target luas tambah tanam tercapai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Sementara itu, Koordinator PPL Kecamatan Ngrampal, Irawan, menilai kolaborasi antara penyuluh pertanian dan aparat kewilayahan selama ini telah memberikan dampak positif terhadap percepatan kegiatan tanam. Sinergi tersebut dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai persoalan teknis yang dihadapi petani di lapangan.
Menurutnya, koordinasi yang solid memungkinkan setiap hambatan, baik terkait sarana produksi maupun kondisi lahan, dapat segera direspons sehingga proses tanam tidak mengalami penundaan yang berpotensi memengaruhi target produksi.
Melalui komunikasi sosial tersebut, Koramil Ngrampal bersama jajaran PPL berkomitmen mengawal pelaksanaan MT III Tahun 2026 hingga ke tingkat kelompok tani. Langkah itu diharapkan tidak hanya mendorong peningkatan capaian luas tambah tanam, tetapi juga menjaga stabilitas produksi padi, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta mempertahankan peran Kecamatan Ngrampal sebagai salah satu kawasan penyangga produksi pangan di Kabupaten Sragen.












