Kapolri Tegaskan Peran Strategis Kompolnas dalam Mengawal Reformasi dan Penguatan Kepercayaan Publik terhadap Polri

  • Bagikan
Site 1 image 870x 6a290b31d02c3

JAKARTA — Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Listyo Sigit Prabowo menegaskan pentingnya peran Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) sebagai mitra strategis Polri dalam mengawal proses reformasi kelembagaan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memastikan institusi kepolisian tetap berjalan sesuai harapan masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Kapolri saat memberikan pidato utama dalam kegiatan Rapat Koordinasi dan Pengawasan (Rakorwas) Kompolnas yang berlangsung di Mercure Ancol, Jakarta Utara, Rabu (10/6/2026).

Dalam forum yang mempertemukan unsur pengawasan, pemangku kebijakan, dan jajaran kepolisian tersebut, Kapolri menekankan bahwa keberadaan Kompolnas memiliki posisi penting dalam mendorong terciptanya institusi kepolisian yang profesional, akuntabel, serta responsif terhadap berbagai dinamika dan aspirasi masyarakat.

“Tentunya harapan kita peran Kompolnas sebagai mitra strategis untuk terus bisa menjaga agar institusi Polri bisa berjalan sesuai dengan apa yang menjadi harapan masyarakat,” ujar Kapolri.

Kapolri menjelaskan bahwa Kompolnas tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pengawas eksternal yang memberikan masukan kepada Polri, tetapi juga memiliki tugas strategis dalam memberikan rekomendasi kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Selain itu, Kompolnas berperan sebagai saluran yang menampung berbagai aspirasi, pengaduan, kritik, serta harapan masyarakat terhadap kinerja institusi kepolisian.

Menurut Kapolri, mekanisme tersebut merupakan bagian penting dari sistem pengawasan demokratis yang memungkinkan Polri memperoleh berbagai masukan objektif untuk memperbaiki kualitas pelayanan dan meningkatkan kepercayaan publik.

Ia menegaskan bahwa setiap kritik maupun keluhan yang disampaikan masyarakat melalui berbagai jalur pengawasan akan menjadi bahan evaluasi bagi institusi.

“Tentunya ini menjadi hal-hal yang kemudian bisa diteruskan ke Polri sebagai bahan perbaikan terhadap institusi Polri,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga menyoroti proses reformasi internal yang saat ini terus berjalan di tubuh Polri. Menurutnya, berbagai pembaruan regulasi dan kebijakan menjadi bagian dari langkah berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas organisasi dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks.

Ia menyebut bahwa Polri baru saja menyelesaikan proses pembahasan regulasi penting yang berkaitan dengan penguatan kelembagaan. Sambil menunggu proses pengundangan, institusi kepolisian tetap melakukan berbagai penyesuaian dan penyempurnaan kebijakan internal guna memastikan pelayanan kepada masyarakat terus mengalami peningkatan.

Langkah tersebut mencerminkan komitmen Polri untuk terus bertransformasi menjadi organisasi yang tidak hanya kuat dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga terbuka terhadap kritik, evaluasi, dan tuntutan perubahan yang berkembang di tengah masyarakat.

Kapolri menilai hubungan kerja yang selama ini terjalin antara Kompolnas dan Polri telah memberikan kontribusi penting dalam menjaga akuntabilitas institusi. Melalui pengawasan yang konstruktif, berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik dapat diidentifikasi lebih cepat dan ditindaklanjuti secara sistematis.

Menurutnya, sinergi antara kedua lembaga harus terus diperkuat agar pengawasan tidak hanya berfungsi sebagai instrumen kontrol, tetapi juga menjadi sarana untuk mendorong perbaikan berkelanjutan dalam tubuh Polri.

Ia berharap Rakorwas Kompolnas dapat menjadi forum strategis untuk mempererat koordinasi, menyamakan persepsi, serta memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan institusi kepolisian yang semakin profesional dan dipercaya masyarakat.

“Kerja sama yang selama ini sudah berjalan dengan baik antara Kompolnas dan Polri, khususnya dalam hal mengawasi, kemudian mengatensi apa yang menjadi perhatian publik, dan kemudian melakukan pembenahan-pembenahan,” ujarnya.

Lebih jauh, Kapolri menekankan bahwa tantangan yang dihadapi kepolisian pada era modern tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga kemampuan institusi dalam merespons perubahan sosial, perkembangan teknologi, serta meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik.

Karena itu, Polri dituntut untuk terus bertransformasi menjadi organisasi yang adaptif, modern, dan mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman.

Menurut Kapolri, keberhasilan reformasi kepolisian pada akhirnya akan diukur dari tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi tersebut. Semakin tinggi kepercayaan publik, semakin kuat pula legitimasi Polri dalam menjalankan tugas menjaga keamanan, ketertiban, dan penegakan hukum.

Ia berharap sinergi yang erat antara Kompolnas dan Polri dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun institusi yang semakin transparan, profesional, serta dekat dengan masyarakat.

“Sehingga institusi ini ke depan bisa betul-betul terus menjadi institusi yang adaptif, institusi yang modern, institusi yang kemudian bisa terus beradaptasi terhadap apa yang menjadi harapan masyarakat,” tutup Kapolri.

Rakorwas Kompolnas tahun 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara lembaga pengawas dan institusi kepolisian. Di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap transparansi dan akuntabilitas, pengawasan yang efektif dipandang sebagai salah satu instrumen utama untuk menjaga kualitas pelayanan publik.

Melalui penguatan peran Kompolnas serta komitmen Polri dalam menindaklanjuti berbagai rekomendasi dan masukan masyarakat, reformasi kepolisian diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan. Tujuannya tidak hanya untuk meningkatkan kinerja organisasi, tetapi juga untuk mewujudkan Polri sebagai institusi yang profesional, modern, humanis, dan semakin dipercaya oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *