Jembatan Rusak di Pelemgadung Diperbaiki, Babinsa Bantu Pulihkan Akses Ekonomi Warga

  • Bagikan
IMG 20260820 WA0065

SRAGEN — Kerusakan jembatan di Dukuh Bantar, Desa Pelemgadung, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, mendapat perhatian dari jajaran TNI. Pada Kamis (20/8/2026), Babinsa Desa Saradan, Serma Suharyono, bersama anggota Koramil 02/Karangmalang turun langsung membantu masyarakat memperbaiki jembatan yang menjadi salah satu jalur penting bagi aktivitas warga.

Perbaikan tersebut tidak sekadar menyentuh persoalan fisik sebuah infrastruktur yang mengalami kerusakan. Bagi masyarakat Dukuh Bantar, keberadaan jembatan memiliki arti strategis karena menjadi penghubung yang menopang mobilitas sehari-hari sekaligus menunjang kegiatan ekonomi masyarakat pedesaan.

Selama mengalami kerusakan, kondisi jembatan berpotensi mengganggu kelancaran warga dalam menjalankan berbagai aktivitas. Jalur tersebut digunakan untuk menuju lahan pertanian, mengangkut hasil bumi, serta mendukung pergerakan masyarakat dari satu wilayah ke wilayah lainnya.

Melihat kondisi tersebut, personel Koramil 02/Karangmalang memilih terlibat langsung dalam proses perbaikan. Bersama warga, mereka bergotong royong menangani sejumlah bagian jembatan yang mengalami kerusakan agar akses tersebut dapat kembali digunakan secara aman dan layak.

“Kami membantu perbaikan jembatan ini karena akses tersebut sangat penting bagi aktivitas masyarakat. Harapannya, setelah diperbaiki, warga bisa kembali melintas dengan lebih aman dan aktivitas perekonomian juga semakin lancar,” ujar Serma Suharyono.

Menurutnya, keberadaan infrastruktur yang memadai memiliki hubungan erat dengan kelancaran kehidupan masyarakat. Jembatan yang berfungsi baik bukan hanya mempermudah lalu lintas warga, tetapi juga membantu mempercepat mobilitas hasil pertanian dan berbagai kebutuhan ekonomi lainnya.

Karena itu, keterlibatan TNI dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari Bakti TNI sekaligus wujud kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah binaan. Kehadiran Babinsa di tengah warga diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong dalam menyelesaikan persoalan bersama.

Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pembangunan dan pemeliharaan fasilitas umum di tingkat desa tidak selalu bergantung pada pekerjaan fisik semata. Partisipasi masyarakat dan dukungan berbagai unsur di lapangan menjadi bagian penting dalam memastikan fasilitas yang menyangkut kepentingan publik dapat segera kembali berfungsi.

Bagi warga Dukuh Bantar, perbaikan jembatan ini diharapkan membawa dampak langsung. Akses yang sebelumnya terganggu dapat kembali dimanfaatkan, sementara aktivitas pertanian, distribusi hasil bumi, dan kegiatan ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih lancar.

“Jembatan lancar, aktivitas warga pun diharapkan ikut lancar. Perbaikan akses di Dukuh Bantar ini memang langkah sederhana, tetapi manfaatnya besar bagi masyarakat yang setiap hari mengandalkan jalur tersebut,” pungkas Suharyono.

Perbaikan jembatan tersebut pada akhirnya bukan hanya tentang memulihkan sebuah bangunan yang rusak. Lebih dari itu, akses yang kembali terbuka berarti menjaga denyut mobilitas masyarakat sekaligus memastikan roda perekonomian di tingkat pedesaan tetap bergerak.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *