JAKARTA – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang akan diperingati pada 1 Juli 2026, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyiapkan berbagai program kemanusiaan di sejumlah daerah sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat. Berbagai kegiatan sosial tersebut dirancang tidak hanya sebagai bagian dari rangkaian peringatan hari jadi institusi kepolisian, tetapi juga sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan dan persoalan masyarakat di berbagai wilayah.
Ketua Pelaksana Bakti Sosial Hari Bhayangkara ke-80, Irjen Pol. Dr. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., yang juga menjabat sebagai Kakorlantas Polri, menyampaikan bahwa seluruh jajaran Polri berkomitmen menjadikan momentum Hari Bhayangkara sebagai sarana memperkuat hubungan dengan masyarakat melalui berbagai aksi kemanusiaan dan pelayanan sosial.
Dalam keterangannya pada Selasa (9/6/2026), Irjen Pol. Agus Suryonugroho memohon doa serta dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar Polri dapat terus menjalankan tugas pengabdian, pelayanan, dan perlindungan secara optimal.
“Atas izin Bapak Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., dan Ketua Panitia Hari Bhayangkara Komjen Pol. Ramdani Hidayat, S.H., kami dari Seksi Bakti Sosial menjelang Hari Bhayangkara 1 Juli 2026 memohon doa restu dari seluruh masyarakat,” ujarnya.
Menurut Irjen Pol. Agus, dukungan moral dari masyarakat memiliki arti penting bagi setiap anggota Polri dalam menjalankan amanah negara. Doa yang diberikan masyarakat dinilai menjadi pengingat agar seluruh personel kepolisian senantiasa bekerja dengan penuh keikhlasan, menjunjung tinggi nilai pengabdian, serta menempatkan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian dari ibadah.
Ia menegaskan bahwa setiap langkah pengabdian yang dilakukan aparat kepolisian harus berorientasi pada kemaslahatan masyarakat. Oleh karena itu, Polri berupaya memastikan kehadirannya mampu memberikan manfaat nyata sekaligus menghadirkan rasa aman di tengah kehidupan sosial.
“Kami memohon doa restu dari seluruh masyarakat, senantiasa dibimbing setiap langkah pengabdian kami, menjadikan tugas sebagai ibadah, pelayanan sebagai ladang amal, dan kehadiran Polri sebagai sumber rasa aman serta kemanfaatan bagi sesama,” katanya.
Lebih lanjut, Irjen Pol. Agus menekankan bahwa tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks menuntut adanya sinergi yang kuat antara institusi Polri dan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan tugas kepolisian tidak hanya ditentukan oleh kemampuan organisasi, tetapi juga oleh kepercayaan serta dukungan publik.
Karena itu, berbagai kegiatan bakti sosial yang digelar menjelang Hari Bhayangkara ke-80 diarahkan untuk memperkuat nilai kemanusiaan, solidaritas sosial, dan kedekatan antara aparat kepolisian dengan warga. Melalui kegiatan tersebut, Polri berharap dapat semakin hadir sebagai institusi yang humanis, responsif, dan profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Doa masyarakat adalah kekuatan yang menjaga kami tetap rendah hati dalam mengabdi dan melayani,” tegasnya.
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun ini menjadi momentum penting bagi Polri untuk merefleksikan perjalanan pengabdiannya sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan yang dilaksanakan di berbagai daerah, Polri berupaya mempertegas perannya sebagai institusi yang tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga aktif hadir dalam membantu serta melayani masyarakat di berbagai aspek kehidupan.
Dengan semangat pengabdian tersebut, Polri berharap dapat terus membangun kepercayaan publik serta mempererat kemitraan dengan masyarakat demi terciptanya keamanan, ketertiban, dan kesejahteraan bersama di seluruh wilayah Indonesia.












