BOYOLALI — Upaya pelestarian lingkungan sekaligus pengurangan risiko bencana terus diperkuat di berbagai daerah melalui kolaborasi antara aparat kewilayahan dan masyarakat. Semangat tersebut tampak dalam kegiatan penghijauan yang diprakarsai Babinsa Desa Mliwis, Koramil 06/Cepogo Kodim 0724/Boyolali, Serma Tri Prabowo, bersama warga dan Pemerintah Desa Mliwis di Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan penanaman pohon dipusatkan di sepanjang aliran sungai kecil yang membelah lereng tebing Desa Mliwis, kawasan yang dinilai memiliki tingkat kerentanan terhadap erosi dan pergerakan tanah, terutama saat intensitas hujan meningkat. Melalui aksi penghijauan tersebut, seluruh elemen yang terlibat berupaya memperkuat daya dukung lingkungan sekaligus membangun sistem mitigasi bencana berbasis partisipasi masyarakat.
Pemilihan lokasi penanaman dilakukan dengan mempertimbangkan fungsi ekologis kawasan bantaran sungai. Vegetasi yang ditanam diharapkan mampu memperkuat struktur tanah melalui sistem perakaran yang mengikat lapisan tanah sehingga mengurangi potensi longsor dan pengikisan tebing sungai. Selain itu, keberadaan pepohonan juga berfungsi meningkatkan kemampuan tanah menyerap air hujan, sehingga dapat menekan besarnya aliran permukaan yang kerap menjadi pemicu banjir.
Babinsa Desa Mliwis, Serma Tri Prabowo, menegaskan bahwa penghijauan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari investasi lingkungan yang manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan. Harapannya, pohon-pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat, baik dalam mencegah bencana maupun menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan asri,” ujarnya.
Menurutnya, menjaga keseimbangan alam merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Karena itu, keterlibatan warga dalam setiap kegiatan pelestarian lingkungan menjadi faktor penting agar hasil yang dicapai dapat berkelanjutan.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat dan perangkat Desa Mliwis yang secara sukarela bergotong royong mengikuti proses penanaman pohon. Kebersamaan antara prajurit TNI, aparatur pemerintah desa, dan warga mencerminkan kuatnya budaya gotong royong sebagai fondasi dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
Selain memberikan manfaat ekologis, kegiatan penghijauan juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat mengenai pentingnya menjaga kawasan resapan air dan bantaran sungai sebagai bagian dari ekosistem yang harus dilindungi. Kesadaran tersebut menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan berkelanjutan.
Melalui gerakan penghijauan ini, kawasan lereng sungai di Desa Mliwis diharapkan semakin kokoh menghadapi perubahan cuaca dan curah hujan yang tinggi. Lebih dari itu, penanaman pohon menjadi simbol komitmen bersama bahwa upaya menjaga kelestarian alam merupakan investasi jangka panjang demi keselamatan masyarakat serta keberlangsungan lingkungan bagi generasi mendatang.












