BOJONEGORO — Pembinaan generasi muda di lingkungan pesantren terus mendapat perhatian dari jajaran Kodim 0813 Bojonegoro. Melalui kegiatan Pembinaan Teritorial (Binter), Kodim 0813 Bojonegoro membangun fasilitas olahraga untuk mendukung latihan Kesegaran Jasmani (Garjas) B di Pondok Pesantren Abu Dzarrin dan Al-Rosyid, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (3/9/2026).
Pembangunan sarana tersebut diarahkan untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada para santri yang memiliki cita-cita mengabdikan diri kepada bangsa dan negara melalui jalur prajurit TNI. Kehadiran fasilitas latihan diharapkan dapat membantu mereka mempersiapkan kemampuan fisik sejak dini.
Proses pembangunan berlangsung dalam suasana kebersamaan. Anggota Kodim 0813 Bojonegoro bersama Babinsa Koramil 05/Dander dan para santri bekerja secara gotong royong. Mereka terlibat langsung dalam berbagai tahapan pekerjaan, mulai dari pengolahan material, pengecoran, hingga pemasangan perangkat latihan.
Fasilitas Garjas B tersebut kini telah rampung 100 persen dan siap digunakan. Sarana yang tersedia meliputi pull-up, sit-up, push-up, dan shuttle run, yang dapat dimanfaatkan para santri untuk meningkatkan kebugaran dan kemampuan fisik.
Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto melalui Pasi Pers Kapten Inf Haryanto mengatakan, fasilitas tersebut disiapkan sebagai ruang latihan yang dapat digunakan secara berkelanjutan oleh para santri.
“Kami ingin memberikan ruang dan fasilitas bagi para santri untuk berlatih fisik sesuai standar Garjas TNI. Harapannya, mereka memiliki kesiapan yang baik, baik secara jasmani maupun mental, sehingga mampu bersaing dan lolos dalam seleksi masuk TNI,” ujar Kapten Inf Haryanto.
Pihak Pondok Pesantren Abu Dzarrin menyambut baik pembangunan fasilitas tersebut. Kepala Madrasah Aliyah (MA) Abu Dzarrin, Hj. Maria Ulfa, S.Pd., M.E., mengatakan, cukup banyak anak didiknya yang memiliki keinginan untuk menempuh karier di bidang militer.
Minat tersebut terlihat dari aktivitas latihan fisik yang selama ini dilakukan para santri. Menurutnya, dukungan fasilitas dari TNI menjadi tambahan bekal penting bagi mereka yang ingin mempersiapkan diri menghadapi proses seleksi.
“Alhamdulillah, dari anak-anak didik kami ini banyak yang berniat ke militer. Hal ini ditunjukkan dengan aktifnya mereka dalam berlatih fisik yang didukung oleh TNI. Bantuan ini sangat membantu bekal seleksi mereka,” kata Hj. Maria Ulfa.
Ia berharap para santri yang kelak menjadi prajurit TNI tidak hanya memiliki kemampuan fisik yang baik, tetapi juga tetap membawa nilai-nilai agama dan karakter yang telah dibentuk selama menempuh pendidikan di pesantren.
“Semoga ini mewujudkan cita-cita anak-anak kami menjadi prajurit TNI yang berakhlak mulia, berdisiplin, dan cinta tanah air,” ujarnya.
Sambutan positif juga datang dari keluarga besar Pondok Pesantren Al-Rosyid. Bantuan berupa tiang pull-up, sit-up, serta fasilitas kebugaran lainnya dinilai memberikan ruang latihan yang lebih memadai bagi para santri.
Pengasuh Utama Ponpes Al-Rosyid, K.H. Alamul Huda Masyhur, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dukungan jajaran TNI terhadap pembinaan para santri.
Menurutnya, fasilitas Binsik Kesamaptaan B bukan hanya berfungsi sebagai tempat berolahraga. Lebih dari itu, keberadaannya dapat menjadi bagian dari proses pembentukan pribadi santri yang sehat, tangguh, disiplin, dan memiliki daya saing.
“Kami menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada Panglima TNI dan jajaran Kodim 0813 Bojonegoro yang telah memberikan bantuan sarana olahraga ini kepada para santri dan Pondok Pesantren Al-Rosyid,” ujar K.H. Alamul Huda Masyhur.
Ia menyebut, sejumlah santri Al-Rosyid memiliki cita-cita untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara melalui jalur TNI. Bahkan, beberapa alumni pesantren tersebut telah menjadi anggota TNI.
Dengan tersedianya fasilitas latihan fisik di lingkungan pesantren, para santri kini memiliki sarana yang lebih memadai untuk membangun kesiapan sejak awal.
“InsyaAllah sarana ini menjadikan santri makin kuat, makin sehat, dan semakin siap. Sudah banyak alumni kami yang masuk menjadi anggota TNI. Mudah-mudahan sarana ini semakin menambah semangat santri untuk menjadi prajurit TNI yang kuat, siap membela negara, mencintai negara, dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tambahnya.
Pembangunan fasilitas Garjas tersebut menjadi gambaran kolaborasi antara TNI dan lembaga pendidikan pesantren dalam membentuk generasi muda yang memiliki keseimbangan antara kemampuan intelektual, nilai keagamaan, ketangguhan fisik, dan semangat kebangsaan.
Melalui sarana Binsik Kesamaptaan B itu, para santri tidak hanya mendapatkan tempat untuk berlatih kebugaran. Mereka juga memperoleh ruang untuk membangun kedisiplinan dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai pilihan masa depan, termasuk menjadi bagian dari institusi pertahanan negara.
Dari lingkungan pesantren di Bojonegoro, pembinaan itu diharapkan melahirkan generasi muda yang sehat secara fisik, kuat secara mental, berakhlak, disiplin, serta memiliki semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.












