Dari Ponsel ke Pasar Digital, Dinpora Bojonegoro Bekali Wirausaha Muda Strategi Promosi Produk

  • Bagikan
1000368894

BOJONEGORO – Bagi pelaku usaha di era digital, kualitas produk saja tidak lagi cukup. Kemampuan menyampaikan keunggulan produk melalui visual yang menarik menjadi bagian penting dalam memenangkan perhatian konsumen.

Kesadaran tersebut mendorong Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro memperkuat kapasitas wirausaha muda melalui Workshop Upscale Video Produk bertajuk “Hasil Berkelas, Modal Ringkas: Rekam, Sunting, Sebar dari Ponselmu”.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Angling Dharma, Selasa (21/7/2026), itu diikuti 60 wirausaha muda berusia 16 hingga 30 tahun. Mereka dibekali keterampilan memproduksi video promosi dengan memanfaatkan perangkat yang hampir selalu berada dalam genggaman: telepon seluler.

Program tersebut tidak semata-mata mengajarkan cara merekam dan menyunting video. Lebih dari itu, workshop diarahkan untuk membangun pemahaman bahwa konten digital dapat menjadi jembatan antara produk lokal dan konsumen yang lebih luas.

Kepala Dinpora Kabupaten Bojonegoro, Arif Nanang Sugianto, mengatakan kemampuan mengelola konten digital menjadi salah satu kunci penting bagi pelaku usaha untuk memperluas pemasaran.

Menurutnya, produk yang baik membutuhkan strategi komunikasi yang tepat agar dapat dikenal, dipercaya, dan memiliki daya saing di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.

“Melalui pelatihan ini, saya senang karena produk-produk yang sebelumnya belum begitu dikenal, dengan arahan dan teknik yang tepat dapat tampil lebih berkelas sehingga semakin dipercaya konsumen,” ujarnya.

Arif Nanang menilai, penguatan kapasitas wirausaha muda memiliki kaitan erat dengan pembangunan daerah. Ketika generasi muda mampu menciptakan dan mengembangkan usaha secara mandiri, mereka tidak hanya memperkuat ekonomi keluarga, tetapi juga turut menggerakkan perekonomian lokal.

Karena itu, Dinpora berupaya menghadirkan program yang tidak berhenti pada pengembangan keterampilan. Akses terhadap layanan pendukung usaha juga menjadi bagian dari pembinaan.

“Kita juga menghadirkan layanan perizinan usaha agar semakin mudah diakses. Selain workshop ini, kami akan menyelenggarakan bootcamp. Mudah-mudahan ini menjadi kebanggaan bagi Bojonegoro,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kepemudaan Dinpora Bojonegoro, Flora Agrishinta, mengatakan workshop tersebut merupakan bagian dari program peningkatan kapasitas wirausaha muda yang dilaksanakan secara berkelanjutan.

Ia menyebut, keberlanjutan program menjadi penting agar para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki ruang untuk terus bertumbuh dan mengembangkan jaringan.

Salah satu gambaran keberhasilan pembinaan tersebut terlihat dari Dhita, pembawa acara dalam kegiatan workshop, yang merupakan alumni bootcamp tahun 2025. Setelah mengikuti program tersebut, Dhita kini berkembang dan turut berkontribusi dalam kegiatan Dinpora.

“Workshop ini mengusung tema ‘Hasil Berkelas, Modal Ringkas: Rekam, Sunting, Sebar dari Ponselmu’ dengan tujuan agar peserta mampu menghasilkan video promosi produk yang menarik hanya menggunakan ponsel yang dimiliki,” jelas Flora.

Sebanyak 60 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas wirausaha muda hasil pendaftaran daring serta sumber daya manusia Dinpora yang terlibat dalam pengelolaan GOR.

Flora mengatakan, peserta tidak hanya diajarkan teknik dasar pembuatan video. Mereka juga dibekali strategi untuk merancang konten promosi yang mampu menarik perhatian calon konsumen sekaligus menyampaikan nilai dan keunggulan sebuah produk.

“Workshop ini bertujuan membangun ekosistem wirausaha muda yang adaptif dan inovatif melalui penguatan kemampuan membuat konten digital,” ujarnya.

Untuk memperkaya pengalaman peserta, Dinpora menghadirkan filmmaker Aji Kusuma Admaja sebagai narasumber. Materi yang diberikan mencakup proses produksi video hingga penyusunan konten promosi yang relevan dengan kebutuhan pemasaran di era digital.

Workshop tersebut juga diperkuat melalui kolaborasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bojonegoro. Dalam kolaborasi itu, peserta memperoleh layanan legalitas usaha secara gratis.

Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan wirausaha muda membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh. Keterampilan digital menjadi modal untuk memperkenalkan produk, sedangkan legalitas usaha menjadi fondasi untuk membangun bisnis yang lebih profesional dan berkelanjutan.

Dengan memadukan kreativitas, teknologi, dan legalitas, wirausaha muda Bojonegoro diharapkan mampu mengubah ponsel yang selama ini hanya menjadi alat komunikasi menjadi instrumen produktif untuk memperluas pasar.

Bagi Dinpora Bojonegoro, penguatan kapasitas tersebut bukan sekadar agenda pelatihan. Ia merupakan bagian dari upaya menyiapkan generasi muda agar mampu membaca perubahan, menciptakan peluang, serta membawa produk dan potensi daerah menuju pasar yang lebih luas.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *