Bukan Sekadar Mengecor, Satgas TMMD Pastikan Jalan Aman hingga ke Pintu Rumah Warga

  • Bagikan
IMG 20260811 WA0000

BOYOLALI – Pembangunan infrastruktur melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Kodim 0724/Boyolali di Desa Bercak, Kecamatan Wonosamudro, Kabupaten Boyolali, memasuki tahap akhir. Di tengah proses penyelesaian sasaran fisik, Satgas TMMD tidak hanya memastikan permukaan jalan rampung dicor, tetapi juga memperhatikan detail akses yang langsung bersinggungan dengan aktivitas warga.

Senin (10/8/2026), personel Satgas TMMD bersama masyarakat kembali melaksanakan pekerjaan pengecoran pada sejumlah bagian jalan. Pekerjaan tersebut menjadi bagian dari tahap finishing untuk memastikan konstruksi yang telah dibangun dapat memberikan manfaat secara optimal sekaligus aman digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Salah satu perhatian utama berada pada akses menuju rumah warga. Ketinggian jalan yang baru dicor disesuaikan dengan elevasi pintu masuk rumah agar tidak menciptakan perbedaan permukaan yang berpotensi mengganggu mobilitas warga.

Penyesuaian itu menjadi bagian penting dalam penyelesaian pekerjaan. Jalan yang dibangun tidak hanya harus kuat dan memiliki permukaan yang layak dilalui kendaraan, tetapi juga harus terintegrasi dengan lingkungan permukiman di sekitarnya.

Dengan ketebalan pengecoran sekitar 15 hingga 18 sentimeter, Satgas TMMD melakukan pekerjaan secara cermat, termasuk pada bagian sisi jalan dan jalur penghubung menuju rumah warga. Langkah tersebut sekaligus ditujukan untuk memperkuat tepian konstruksi sehingga lebih terlindungi dari kerusakan akibat aktivitas kendaraan maupun penggunaan sehari-hari.

Bagi masyarakat Desa Bercak, penyelesaian jalan tersebut bukan sekadar perubahan fisik pada lingkungan. Infrastruktur yang lebih baik diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga, memperlancar akses menuju rumah, serta mendukung berbagai aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Di lapangan, proses pembangunan juga memperlihatkan kuatnya keterlibatan masyarakat. Warga turut bekerja bersama personel Satgas, mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi salah satu karakter utama pelaksanaan TMMD.

Kebersamaan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa TMMD tidak semata-mata berorientasi pada pembangunan sarana fisik. Program ini juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat melalui kerja bersama yang manfaatnya dirasakan secara langsung.

Sertu Hari Jumiyanto, anggota Satgas TMMD, mengatakan pekerjaan yang dilakukan saat ini merupakan bagian dari tahap penyelesaian pembangunan.

“Pekerjaan ini merupakan bagian dari finishing. Akses menuju rumah warga kami sesuaikan ketinggiannya agar lebih aman dan nyaman, sekaligus memperkuat bagian tepi jalan sehingga tidak mudah rusak,” ujarnya.

Dengan pekerjaan yang dilakukan hingga ke detail akses rumah warga, Satgas TMMD berupaya memastikan pembangunan tidak berhenti pada selesainya pengecoran. Setiap bagian konstruksi diperiksa dan disesuaikan agar jalan benar-benar dapat digunakan masyarakat secara aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Tahap akhir tersebut menjadi penegasan bahwa kualitas pembangunan bukan hanya diukur dari seberapa panjang jalan yang berhasil dibangun, melainkan juga dari sejauh mana infrastruktur tersebut mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat yang menggunakannya setiap hari.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *