Bedah Rumah Mbah Sojo Rampung, Kolaborasi PWI, Polres, Pemkab, dan Sejumlah Pihak Hadirkan Hunian Layak

  • Bagikan
IMG 20260723 WA0064

NGANJUK – Setelah puluhan tahun hidup dalam rumah yang nyaris roboh, Sojo (66), warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, kini dapat menempati hunian yang lebih layak dan aman.

Rumah lansia yang hidup sebatang kara itu resmi diserahkan dan diresmikan setelah program bedah rumah yang digagas Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Nganjuk rampung dilaksanakan.

Peresmian tersebut dihadiri Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dan Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, serta sejumlah pihak yang terlibat dalam program sosial tersebut, pada 22 Juli 2026.

Program bedah rumah ini merupakan bentuk kolaborasi antara PWI Kabupaten Nganjuk, Polres Nganjuk, Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Baznas Nganjuk, Komunitas Nganjuk Peduli, PLN ULP Nganjuk, PLN UP3 Mojokerto, serta PDAM Tirta Wilis Nganjuk.

Ketua PWI Kabupaten Nganjuk Bagus Jati Kusumo mengatakan, program tersebut lahir dari kepedulian terhadap warga yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak.

Menurutnya, kondisi rumah Sojo yang telah lama tidak layak huni menjadi alasan utama PWI Nganjuk bersama sejumlah pihak menginisiasi program bedah rumah tersebut.

“Bedah rumah ini kami laksanakan karena melihat Mbah Sojo membutuhkan uluran tangan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, mulai dari Polres Nganjuk, Pemkab Nganjuk, Dinas Perkim, Baznas, Nganjuk Peduli, PLN ULP Nganjuk, PLN UP3 Mojokerto, hingga PDAM Nganjuk,” ujar Bagus.

Ia berharap, rumah baru tersebut tidak hanya memberikan tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman, tetapi juga mampu meringankan beban hidup Sojo yang selama ini tinggal seorang diri.

Apresiasi terhadap program tersebut juga disampaikan Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi. Ia menilai, bedah rumah tersebut menjadi gambaran nyata bahwa persoalan sosial di tengah masyarakat dapat ditangani melalui kolaborasi berbagai elemen.

“Bedah rumah yang diinisiasi PWI bersama Pak Kapolres ini betul-betul luar biasa. Atas nama Bupati Nganjuk, saya menyampaikan terima kasih kepada semuanya,” kata Marhaen.

Bupati yang akrab disapa Kang Marhaen itu menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat hanya mengandalkan satu pihak. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, organisasi profesi, lembaga sosial, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menjawab berbagai persoalan di lapangan.

“Nganjuk memang membutuhkan kolaborasi semuanya. Seperti kegiatan ini, PWI berkolaborasi dengan Polres dan didukung Baznas, PLN, PDAM, serta banyak pihak lainnya,” ujarnya.

Bagi Sojo, rumah baru tersebut menjadi perubahan besar dalam kehidupannya. Selama sekitar 20 tahun, ia tinggal di rumah yang kondisinya memprihatinkan, bahkan tanpa akses listrik dan air bersih yang memadai.

Dengan mata berkaca-kaca, Sojo mengaku tidak mampu mengungkapkan rasa syukurnya secara penuh setelah melihat rumah yang kini telah berdiri kokoh.

“Aduh, saya tidak bisa berkata-kata. Rumahnya bagus sekali, sangat berbeda dengan kondisi sebelum dibangun. Terima kasih Pak Bupati, Pak Kapolres, PWI, dan semuanya,” ungkap Sojo.

Tidak hanya memperbaiki bangunan rumah, program tersebut juga menghadirkan akses dasar yang selama ini belum dinikmati Sojo. Melalui dukungan PLN Nganjuk dan PDAM Tirta Wilis Nganjuk, rumah tersebut kini telah memiliki akses listrik dan air bersih.

Perubahan itu sekaligus menandai berakhirnya masa panjang Sojo yang harus bertahan dalam hunian yang tidak layak dan minim fasilitas dasar.

Dalam rangkaian kegiatan peresmian, Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan juga menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada 50 warga Desa Sugihwaras yang membutuhkan.

Program bedah rumah tersebut menjadi contoh bahwa kepedulian sosial dapat tumbuh menjadi kekuatan nyata ketika berbagai pihak bergerak bersama. Di tengah keterbatasan yang dihadapi masyarakat, kolaborasi menjadi jembatan untuk menghadirkan perubahan yang langsung dirasakan.

Bagi Mbah Sojo, perubahan itu kini hadir dalam bentuk sebuah rumah yang kokoh, akses listrik, air bersih, serta perhatian dari banyak pihak yang membuatnya tidak lagi merasa berjalan seorang diri.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *