Babinsa Turun ke Kandang, Dorong Peternak Ayam Petelur Tetap Tangguh Menghadapi Tekanan Usaha

  • Bagikan
IMG 20260723 WA0104

SRAGEN — Kehadiran aparat kewilayahan di tengah masyarakat tidak selalu hadir dalam situasi krisis. Di sektor peternakan, pendampingan yang dilakukan secara langsung justru menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan usaha warga sekaligus memperkuat ketahanan pangan dari tingkat paling bawah.

Hal itu ditunjukkan Babinsa Koramil 02/Karangmalang, Kodim 0725/Sragen, Serka H. Sugito bersama tiga anggota Koramil lainnya saat menyambangi kandang ayam petelur milik warga di Dukuh Putatasri, Kelurahan Kroyo, Kecamatan Karangmalang, Kamis (23/7/2026).

Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi. Di lokasi, personel TNI melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi kandang, kesehatan ternak, serta pola pemeliharaan ayam petelur. Babinsa juga berdialog dengan peternak untuk menggali berbagai persoalan yang berpotensi memengaruhi produktivitas dan keberlangsungan usaha.

Dalam pertemuan itu, sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari kondisi ternak hingga upaya menjaga stabilitas produksi telur. Dialog tersebut sekaligus menjadi ruang bagi peternak untuk menyampaikan berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha.

Serka H. Sugito menegaskan, keberadaan Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya diperlukan ketika terjadi persoalan. Menurutnya, pendampingan dan komunikasi yang dilakukan secara rutin merupakan bagian dari upaya membangun ketahanan masyarakat sekaligus memberikan dorongan moral kepada para pelaku usaha.

“Babinsa harus hadir untuk memberikan motivasi, bukan hanya ketika ada persoalan. Kami ingin para peternak tetap optimistis dan terus meningkatkan kualitas pemeliharaan ternak agar produksi telur tetap stabil serta perekonomian keluarga semakin kuat,” ujarnya.

Menurutnya, usaha peternakan ayam petelur memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat. Selain menjadi sumber pendapatan bagi keluarga, sektor tersebut turut berperan dalam menjaga ketersediaan pangan, khususnya kebutuhan protein hewani.

Karena itu, komunikasi antara aparat kewilayahan dan masyarakat perlu terus dibangun. Melalui komunikasi sosial yang berlangsung secara berkesinambungan, Babinsa dapat menyerap aspirasi warga sekaligus memperoleh gambaran mengenai berbagai persoalan yang berkembang di wilayah binaannya.

Pendampingan semacam ini juga menjadi bagian dari deteksi dini terhadap potensi permasalahan yang dapat mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan pendekatan yang lebih dekat dan dialogis, persoalan yang muncul di lapangan diharapkan dapat diketahui lebih awal dan dicarikan solusi secara bersama-sama.

Di tengah tantangan usaha peternakan yang terus berubah, dukungan terhadap peternak menjadi penting agar mereka tidak berjalan sendiri. Kehadiran Babinsa di kandang-kandang warga menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan tidak hanya dibangun melalui kebijakan besar, tetapi juga melalui perhatian terhadap usaha masyarakat yang berlangsung setiap hari.

Bagi para peternak, kunjungan tersebut bukan sekadar pemeriksaan kondisi ternak. Lebih dari itu, kehadiran Babinsa menjadi suntikan semangat untuk tetap bertahan, memperbaiki tata kelola usaha, dan menjaga produktivitas di tengah dinamika sektor peternakan yang terus berkembang.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *