Babinsa Selo Intensifkan Edukasi Kesehatan Ternak, Dorong Peternak Waspada PMK dan BEF

  • Bagikan
IMG 20260609 WA0199

Boyolali — Upaya menjaga kesehatan hewan ternak sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pedesaan terus dilakukan melalui pendekatan yang langsung menyentuh kehidupan warga. Di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, pendampingan kepada peternak menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pencegahan penyakit yang berpotensi mengancam produktivitas ternak.

Komitmen tersebut ditunjukkan anggota Koramil 07/Selo Kodim 0724/Boyolali, Serka Teguh Sarwanto, yang melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) dengan para peternak sapi di Desa Samiran, Selasa (9/6/2026). Kegiatan berlangsung melalui kunjungan langsung ke kandang-kandang milik warga, sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan antara aparat teritorial dan masyarakat.

Dalam kunjungannya, Serka Teguh berdialog dengan para peternak mengenai kondisi kesehatan ternak, pola pemeliharaan, hingga berbagai kendala yang dihadapi dalam menjalankan usaha peternakan. Melalui komunikasi yang berlangsung secara terbuka dan informal, para peternak memperoleh kesempatan untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi di lapangan.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan teritorial yang bertujuan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus mendukung sektor peternakan yang memiliki peran penting dalam perekonomian masyarakat di wilayah lereng Gunung Merapi dan Merbabu tersebut.

Dalam kesempatan itu, Serka Teguh memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya menjaga kebersihan kandang dan lingkungan sekitar sebagai langkah utama dalam mencegah penyebaran penyakit hewan menular. Ia mengingatkan bahwa ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun Bovine Ephemeral Fever (BEF), yang dikenal masyarakat sebagai penyakit demam tiga hari, masih memerlukan kewaspadaan dan penanganan yang serius.

Menurutnya, upaya pencegahan tidak selalu memerlukan langkah yang rumit. Kebersihan kandang, kualitas pakan, serta pengelolaan limbah peternakan yang baik merupakan faktor mendasar yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan daya tahan ternak.

“Menjaga kebersihan kandang, pakan, dan saluran pembuangan kotoran merupakan langkah sederhana namun sangat efektif untuk menjaga kesehatan ternak serta mencegah penyebaran penyakit,” ujar Serka Teguh.

Selain memberikan edukasi terkait pencegahan penyakit, Babinsa juga mengajak peternak untuk lebih aktif memantau kondisi hewan peliharaannya. Deteksi dini terhadap gejala penyakit dinilai sangat penting untuk mencegah penularan yang lebih luas dan meminimalkan potensi kerugian ekonomi bagi peternak.

Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat peternak mendapat sambutan positif dari warga. Mereka menilai kunjungan tersebut tidak hanya menjadi sarana silaturahmi, tetapi juga memberikan pengetahuan praktis yang dapat diterapkan dalam kegiatan sehari-hari. Pendekatan yang dilakukan secara langsung dinilai mampu meningkatkan kesadaran peternak terhadap pentingnya manajemen kesehatan hewan yang baik.

Bagi sebagian besar warga Desa Samiran, usaha peternakan sapi merupakan salah satu sumber penghasilan utama keluarga. Oleh karena itu, menjaga kesehatan ternak menjadi faktor yang sangat menentukan keberlangsungan ekonomi rumah tangga. Ancaman penyakit seperti PMK dan BEF tidak hanya berdampak pada kesehatan hewan, tetapi juga dapat memengaruhi produktivitas dan nilai jual ternak.

Melalui kegiatan Komunikasi Sosial yang berkesinambungan, diharapkan terbangun kesadaran kolektif di kalangan peternak untuk menerapkan pola pemeliharaan yang lebih sehat, higienis, dan berorientasi pada pencegahan penyakit. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas sektor peternakan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pedesaan.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kehangatan tersebut menjadi cerminan nyata bahwa sinergi antara aparat kewilayahan dan masyarakat dapat berperan penting dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk menjaga kesehatan hewan ternak sebagai aset ekonomi yang bernilai bagi warga.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *