BOYOLALI – Kehadiran aparat kewilayahan di tengah masyarakat kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Babinsa Koramil 08/Banyudono, Kodim 0724/Boyolali, Serka Ganggas Dwi Arianto, turun langsung membantu warga membangun talud penghubung jalan desa di Dukuh Krecek, Desa Denggungan, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Selasa (21/7/2026).
Dengan mengenakan perlengkapan kerja, Serka Ganggas berbaur bersama masyarakat. Ia turut mengangkat material dan mengerjakan pembangunan talud yang menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat infrastruktur jalan desa.
Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut tidak sekadar memberikan tambahan tenaga. Lebih dari itu, keterlibatan langsung aparat teritorial menjadi dorongan moral bagi warga untuk mempertahankan tradisi gotong royong sebagai kekuatan utama dalam membangun lingkungan mereka.
Serka Ganggas menjelaskan, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan kemasyarakatan merupakan bagian dari pembinaan teritorial sekaligus bentuk kepedulian TNI terhadap berbagai kebutuhan masyarakat di wilayah binaannya.
“Pembangunan talud ini diharapkan dapat memperkuat badan jalan dan mencegah terjadinya longsor, khususnya saat memasuki musim hujan. Dengan demikian, masyarakat dapat melintas dengan lebih aman dan nyaman. Kebersamaan seperti ini juga menjadi sarana untuk semakin mempererat hubungan antara TNI dan rakyat,” ujarnya.
Pembangunan talud tersebut memiliki arti penting bagi warga Dukuh Krecek. Selain berfungsi sebagai penguat struktur badan jalan, keberadaan talud diharapkan mampu menjaga akses penghubung antarwilayah dari potensi kerusakan akibat erosi maupun longsor.
Jalan desa yang lebih kuat dan aman juga akan mendukung kelancaran mobilitas masyarakat. Aktivitas warga, termasuk kegiatan ekonomi dan distribusi hasil usaha, diharapkan dapat berlangsung lebih lancar tanpa terganggu kondisi infrastruktur yang rawan mengalami kerusakan.
Warga menyambut positif keterlibatan Babinsa dalam pembangunan tersebut. Menurut mereka, kehadiran Serka Ganggas di tengah proses pengerjaan memberikan semangat tersendiri bagi masyarakat untuk menyelesaikan pembangunan secara bersama-sama.
Semangat gotong royong itu pula yang membuat pekerjaan dapat dilakukan secara lebih efektif. Warga tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga mengambil peran langsung dalam proses membangun dan menjaga fasilitas yang digunakan bersama.
Kegiatan di Dukuh Krecek tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana sinergi antara TNI dan masyarakat terus dibangun melalui tindakan sederhana namun memiliki dampak langsung. Ketika aparat dan warga bekerja dalam satu semangat, pembangunan infrastruktur desa tidak hanya menghasilkan bangunan fisik, tetapi juga memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat.
Melalui pendampingan Babinsa dan partisipasi aktif warga, budaya gotong royong diharapkan tetap menjadi fondasi penting dalam mendukung pembangunan desa serta menciptakan lingkungan yang lebih aman, kuat, dan berkelanjutan bagi masyarakat.












