BOYOLALI – Semangat gotong royong kembali menjadi kekuatan utama dalam upaya menjaga keamanan lingkungan dan mendukung pembangunan desa. Babinsa Desa Tempursari Koramil 10/Sambi Kodim 0724/Boyolali, Serma Maryadi, bersama warga melaksanakan karya bakti pembangunan talud di Dukuh Tempursari, Desa Tempursari, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Sabtu (25/7/2026).
Pembangunan talud dilakukan dengan menggunakan batu sebagai upaya memperkuat struktur tebing yang berada di lingkungan permukiman warga. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya masyarakat untuk mengantisipasi potensi longsor, terutama saat intensitas hujan meningkat dan kondisi tanah menjadi lebih rentan.
Sejak kegiatan dimulai, Serma Maryadi bersama warga terlihat bahu-membahu mengerjakan pembangunan talud. Batu-batu disusun secara bertahap untuk membentuk konstruksi penahan tebing yang diharapkan mampu meningkatkan keamanan lingkungan serta memberikan perlindungan bagi area di sekitarnya.
Menurut Serma Maryadi, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan karya bakti merupakan bagian dari komitmen TNI untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat. Selain membantu menyelesaikan pekerjaan yang dibutuhkan warga, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi serta membangun kebersamaan antara aparat kewilayahan dan masyarakat.
“Karya bakti ini merupakan wujud kepedulian TNI terhadap masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat dapat terus dipelihara,” ujar Serma Maryadi.
Lebih dari sekadar pembangunan infrastruktur sederhana, kegiatan tersebut mencerminkan kesadaran bersama bahwa keamanan dan kenyamanan lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Kehadiran Babinsa di tengah warga juga diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kepedulian terhadap berbagai persoalan lingkungan yang berpotensi mengganggu keselamatan masyarakat.
Bagi warga Desa Tempursari, pembangunan talud tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata dalam memperkuat tebing sekaligus mengurangi risiko terjadinya longsor. Proses pengerjaan yang dilakukan secara bersama-sama juga memperlihatkan bahwa pembangunan desa dapat tumbuh dari kekuatan kolektif masyarakat.
Karya bakti di Dukuh Tempursari menjadi gambaran nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus mendukung pembangunan desa. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat, semangat kebersamaan dan gotong royong tetap menjadi modal penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman, kuat, dan berkelanjutan.












