Sragen — Upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat lanjut usia terus mendapat perhatian berbagai pihak. Di tengah tantangan kesehatan yang kerap menyertai proses penuaan, kehadiran layanan kesehatan yang mudah dijangkau menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas hidup para lansia. Komitmen tersebut terlihat dalam kegiatan Posyandu Lansia yang digelar di Dukuh Sambikerep, Desa Girimargo, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat tersebut mendapat pendampingan langsung dari Babinsa Koramil 16/Miri Kodim 0725/Sragen, Serka Adi, sebagai bentuk dukungan terhadap program kesehatan yang secara rutin dilaksanakan bagi warga lanjut usia.
Sejak pagi, para lansia tampak berdatangan untuk mengikuti berbagai pemeriksaan kesehatan yang telah disiapkan oleh tenaga medis. Pelayanan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, pengecekan kondisi kesehatan umum, penimbangan berat badan, serta konsultasi kesehatan guna memantau perkembangan kondisi fisik para peserta.
Kehadiran Babinsa di lokasi tidak hanya berfungsi sebagai pendamping, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan antara aparat teritorial dan masyarakat. Serka Adi terlihat membantu mengatur jalannya kegiatan agar berlangsung tertib dan lancar, sekaligus memberikan motivasi kepada para lansia untuk terus menjaga kesehatan melalui pemeriksaan rutin dan pola hidup yang lebih sehat.
Menurut Serka Adi, kesehatan masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia, merupakan aspek yang memerlukan perhatian berkelanjutan. Ia menilai pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting dalam mendeteksi berbagai potensi gangguan kesehatan sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Kami hadir untuk memberikan dukungan dan semangat kepada para lansia agar tetap menjaga kesehatan. Melalui kegiatan Posyandu ini, diharapkan kondisi kesehatan warga dapat terpantau dengan baik sehingga berbagai penyakit dapat dicegah sejak dini,” ujarnya.
Pelayanan kesehatan lansia memiliki peran strategis mengingat kelompok usia tersebut rentan terhadap berbagai penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes, gangguan jantung, maupun penurunan fungsi tubuh lainnya. Oleh sebab itu, keberadaan Posyandu Lansia menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung upaya promotif dan preventif di tingkat masyarakat.
Sementara itu, Bidan Desa Girimargo, Setyorini, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif Babinsa dalam mendukung berbagai kegiatan sosial dan pelayanan masyarakat. Menurutnya, sinergi antara tenaga kesehatan dan aparat kewilayahan memberikan dampak positif terhadap tingkat partisipasi warga dalam memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.
Ia menilai kehadiran Babinsa tidak hanya membantu aspek teknis pelaksanaan kegiatan, tetapi juga mampu meningkatkan rasa percaya dan antusiasme masyarakat untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Kolaborasi yang terjalin antara tenaga kesehatan, aparat teritorial, dan masyarakat tersebut menjadi cerminan pendekatan pelayanan publik yang mengedepankan kebersamaan dan kepedulian sosial. Melalui kerja sama yang harmonis, berbagai program kesehatan dapat berjalan lebih efektif dan menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.
Lebih dari sekadar kegiatan pemeriksaan kesehatan, Posyandu Lansia di Desa Girimargo menjadi ruang interaksi sosial yang memberikan dukungan moral bagi para orang tua. Di usia senja, perhatian, pendampingan, serta akses terhadap pelayanan kesehatan yang memadai merupakan bagian penting dalam menjaga kesejahteraan fisik maupun psikologis mereka.
Dengan terus diperkuatnya sinergi antara Babinsa, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan pelayanan kesehatan bagi lansia dapat semakin optimal. Harapan tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik, sehingga para lansia dapat menjalani masa tua dengan kondisi yang sehat, aktif, produktif, dan penuh kebahagiaan.












