Darurat Air Bersih, IJTI Bersama Kodim dan BPBD Salurkan 21 Ribu Liter ke Tlogohaji

  • Bagikan
IMG 20260904 WA0135

BOJONEGORO — Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bojonegoro di tengah kemarau panjang kembali mengundang perhatian. Di Dusun Tawang, Desa Tlogohaji, Kecamatan Sumberrejo, ratusan keluarga kini harus bertahan dengan sumber air yang semakin menipis.

Merespons kondisi tersebut, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Koordinator Daerah Pantura Raya, Bojonegoro, berkolaborasi dengan Kodim 0813 Bojonegoro dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro menyalurkan 21.000 liter air bersih kepada warga, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 IJTI. Namun, bantuan itu tidak berhenti sebagai agenda peringatan organisasi. Distribusi air diarahkan langsung kepada masyarakat yang menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan dasar akibat kekeringan yang berkepanjangan.

Dusun Tawang menjadi salah satu wilayah yang mengalami tekanan cukup berat akibat kemarau. Sejumlah sumber air warga mulai mengering, sementara hujan yang diharapkan belum kunjung turun dalam beberapa bulan terakhir.

Untuk menjangkau warga secara merata, distribusi air dilakukan melalui empat titik yang mencakup wilayah RT 16 hingga RT 21. Pengurus IJTI Bojonegoro, Sumali, mengatakan bantuan tersebut diperkirakan menjangkau sekitar 360 kepala keluarga atau 1.320 jiwa.

“Untuk dropping air bersih ini ada empat titik, mulai RT 16 sampai RT 21. Jumlahnya sekitar 360 KK atau 1.320 jiwa,” ujar Sumali di sela-sela kegiatan.

Sebanyak tiga armada tangki dikerahkan dalam penyaluran tersebut. Kodim 0813 Bojonegoro mengoperasikan dua truk tangki, sedangkan satu armada lainnya disiapkan BPBD Bojonegoro.

Sinergi tersebut memungkinkan pasokan air didistribusikan secara langsung ke titik-titik yang telah ditentukan, sehingga warga tidak perlu menempuh jarak jauh untuk memperoleh air bagi kebutuhan sehari-hari.

Bagi warga Dusun Tawang, persoalan air bukan lagi sekadar kekhawatiran menghadapi musim kemarau. Kekeringan telah menjadi persoalan yang mereka rasakan dari hari ke hari.

Abdul Rokhim, salah seorang warga setempat, mengatakan kondisi sumber air mulai memburuk sejak beberapa bulan lalu. Hujan yang tidak turun membuat persediaan air semakin terbatas hingga memasuki puncak kekeringan pada pertengahan tahun.

“Mulai bulan lima (Mei) di sini sudah tidak ada hujan, otomatis air juga sangat menipis. Mulai bulan tujuh (Juli) sudah sangat kekeringan,” kata Abdul Rokhim.

Ketika sumber air di sekitar permukiman mengering, warga terpaksa mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Sebagian mengandalkan bantuan distribusi air bersih, sementara sebagian lainnya harus mengambil air dari wilayah desa tetangga.

Kondisi tersebut menggambarkan bagaimana kemarau panjang tidak hanya berdampak terhadap aktivitas pertanian, tetapi juga menyentuh kebutuhan paling mendasar masyarakat: ketersediaan air untuk kehidupan sehari-hari.

Kepala Penerangan Kodim 0813 Bojonegoro, Peltu Sugiono, mengatakan keterlibatan TNI dalam distribusi air bersih merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.

Menurutnya, kolaborasi dengan IJTI dan BPBD diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi warga, khususnya masyarakat Desa Tlogohaji yang sedang menghadapi keterbatasan air.

“Semoga dengan kolaborasi ini bisa membantu masyarakat yang terdampak kekeringan, khususnya di Desa Tlogohaji,” ujar Peltu Sugiono.

Penyaluran 21.000 liter air bersih tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana persoalan kemarau membutuhkan respons bersama. Jurnalis melalui IJTI, TNI melalui Kodim 0813, dan pemerintah daerah melalui BPBD berada dalam satu upaya untuk menjawab kebutuhan warga yang mendesak.

Di tengah kemarau yang belum berakhir, air bersih bukan sekadar bantuan sosial. Bagi warga Tlogohaji, setiap tangki yang datang membawa lebih dari sekadar ribuan liter air: ia membawa ruang bernapas bagi keluarga yang selama berbulan-bulan hidup di tengah kekeringan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *