Wabup Nurul Azizah Turun Memancing, Sinergi Lintas Elemen Menguat di Bojonegoro

  • Bagikan
IMG 20260825 WA0041

BOJONEGORO — Semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Bojonegoro tidak hanya diwujudkan melalui seremoni, tetapi juga lewat ruang-ruang kebersamaan yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat.

Salah satunya terlihat dalam Lomba Mancing Kartikmas Kapolres 2026 yang digelar Kepolisian Resor Bojonegoro di Kolam Pancing MCM Bojonegoro, Selasa (25/8/2026). Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana santai, meriah, dan penuh keakraban.

Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antara aparat kepolisian, jajaran pemerintah daerah, pelaku usaha, insan pers, mahasiswa, komunitas ojek online, yayasan, hingga masyarakat umum.

Suasana semakin cair ketika Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah bersama Kapolres Bojonegoro AKBP Yenny Diarty turut turun ke tepi kolam dan ikut memegang joran. Keduanya berbaur bersama peserta tanpa sekat formalitas.

Salah satu momen yang menarik perhatian terjadi ketika joran yang digunakan Wabup Nurul Azizah tiba-tiba melengkung. Umpan yang dilemparnya disambar ikan.

Nurul Azizah berhasil melakukan strike ikan lele berukuran sedang. Bahkan, keberuntungan kembali berpihak kepadanya ketika ia berhasil mendapatkan ikan untuk kedua kalinya secara berturut-turut.

Aksi tersebut sontak disambut tepuk tangan dan sorak para peserta. Suasana lomba yang sejak awal berlangsung hangat pun berubah semakin meriah.

Di sela kegiatan, Kapolres Bojonegoro AKBP Yenny Diarty menyampaikan apresiasi atas antusiasme berbagai unsur yang hadir dan ikut berpartisipasi. Menurutnya, keterlibatan banyak elemen menunjukkan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban bukan semata-mata tanggung jawab aparat, melainkan membutuhkan dukungan seluruh masyarakat.

Ia pun mengibaratkan kegiatan memancing dengan upaya menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Seperti memancing, menjaga keamanan juga membutuhkan kesabaran, ketenangan dan kejelian dalam membaca situasi. Bedanya, kalau memancing kita berharap umpan segera disambar, sedangkan dalam menjaga keamanan kita berharap semuanya berjalan tenang dan damai,” ujar AKBP Yenny Diarty.

Pernyataan tersebut sekaligus menggambarkan pesan utama yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut. Di tengah kehidupan masyarakat yang dinamis, situasi keamanan yang kondusif membutuhkan ketenangan, komunikasi, serta kemampuan seluruh pihak dalam membaca berbagai perkembangan di lingkungan masing-masing.

Karena itu, ruang interaksi yang dibangun secara informal dinilai memiliki arti penting. Pertemuan di luar suasana kedinasan memungkinkan komunikasi antarelemen berlangsung lebih cair, sehingga hubungan antara aparat, pemerintah dan masyarakat dapat semakin dekat.

Panitia pelaksana menilai kolaborasi semacam itu menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga Bojonegoro tetap aman dan kondusif. Kebersamaan yang terbangun tidak berhenti pada kegiatan lomba, tetapi diharapkan berlanjut dalam kehidupan sosial dan kemitraan di tengah masyarakat.

Dari tepi kolam pancing, pesan yang disampaikan pun sederhana: keamanan bukan hanya tentang penegakan hukum, melainkan juga tentang membangun kepercayaan dan kebersamaan.

Melalui Lomba Mancing Kartikmas Kapolres 2026, semangat memperingati kemerdekaan akhirnya menemukan bentuk yang lebih dekat dengan masyarakat, berkumpul, berkomunikasi, saling mengenal, dan memperkuat komitmen bersama untuk menjaga Bojonegoro tetap aman, damai, dan guyub.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *