BOYOLALI — Musim kemarau meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Merapi. Di tengah kondisi vegetasi yang cenderung mengering, upaya pencegahan dilakukan dengan memperkuat pemantauan di sejumlah kawasan yang memiliki potensi kerawanan kebakaran.
Langkah tersebut dilakukan Babinsa Koramil 07/Selo Kodim 0724/Boyolali, Sertu Deki, bersama tim gabungan melalui patroli pengendalian karhutla di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), wilayah Resort Selo, Sabtu (5/9/2026).
Patroli menyasar jalur pendakian Gunung Merapi melalui kawasan New Selo, tepatnya dari Dukuh Plalangan RT 05/RW 05, Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Tim menyusuri kawasan tersebut untuk memantau kondisi hutan sekaligus memastikan kesiapan menghadapi kemungkinan munculnya titik api selama musim kemarau.
Kegiatan melibatkan Kepala Resort Selo TNGM Asep bersama enam anggota, Bhabinkamtibmas Polsek Selo Aipda Pramudian, Babinsa Koramil 07/Selo Sertu Deki, serta Kelompok Tani Hutan (KTH) Dukuh Plalangan, Desa Lencoh.
Patroli tidak sekadar menjadi kegiatan pemantauan rutin. Tim juga mengidentifikasi kawasan yang berpotensi menjadi titik rawan kebakaran serta melihat kondisi jalur yang dapat digunakan sebagai akses apabila diperlukan penanganan darurat.
Pemetaan akses tersebut menjadi bagian penting dari kesiapsiagaan. Ketika kebakaran terjadi di kawasan hutan dengan medan yang sulit, kecepatan personel mencapai lokasi menjadi salah satu faktor penentu dalam mengendalikan api agar tidak meluas.
“Patroli ini merupakan langkah pencegahan sekaligus kesiapsiagaan. Dengan mengetahui kondisi dan akses menuju titik rawan, diharapkan penanganan dapat dilakukan lebih cepat apabila terjadi kebakaran,” ujar Sertu Deki.
Selain memperkuat pengawasan kawasan, kegiatan tersebut mempertemukan sejumlah unsur yang memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem Merapi. Petugas TNGM, TNI-Polri, kelompok masyarakat, serta unsur kehutanan dilibatkan dalam satu kegiatan untuk membangun koordinasi menghadapi ancaman karhutla.
Kolaborasi tersebut dinilai penting karena pencegahan kebakaran tidak hanya bergantung pada respons ketika api telah muncul. Pengawasan sejak dini, pemahaman terhadap kondisi lapangan, kesiapan jalur akses, serta keterlibatan masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga kawasan hutan.
Masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan Merapi juga diharapkan ikut berperan dengan menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan asap, titik api, atau indikasi lain yang dapat memicu kebakaran.
Patroli pengendalian karhutla di kawasan TNGM Resort Selo berlangsung aman dan lancar. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah preventif untuk menekan risiko kebakaran sekaligus menjaga kawasan Gunung Merapi tetap terlindungi selama periode musim kemarau.












