WONOGIRI — Kepedulian terhadap sesama tidak selalu diwujudkan melalui tindakan besar. Di Bulukerto, Kabupaten Wonogiri, kepedulian itu hadir dalam bentuk sederhana namun memiliki arti penting: mendonorkan darah.
Babinsa Koramil 22/Bulukerto, Kodim 0728/Wonogiri, Kopka Widodo, kembali mengikuti kegiatan donor darah yang diselenggarakan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Wonogiri di Gedung PGRI Kecamatan Bulukerto, Senin (7/9/2026).
Bagi Kopka Widodo, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda sosial yang dilakukan secara berkala. Donor darah merupakan bagian dari kepedulian kemanusiaan sekaligus bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dapat memberikan manfaat langsung bagi mereka yang membutuhkan.
Darah yang berhasil dihimpun dalam kegiatan donor nantinya akan menjadi bagian dari persediaan untuk memenuhi kebutuhan transfusi. Persediaan tersebut sangat dibutuhkan dalam berbagai kondisi, mulai dari pasien korban kecelakaan, mereka yang menjalani tindakan operasi, hingga pasien dengan kondisi medis tertentu yang memerlukan transfusi darah.
“Setetes darah yang kita sumbangkan mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi orang yang membutuhkan, darah tersebut bisa sangat berarti, bahkan menyelamatkan nyawa,” kata Kopka Widodo.
Ia juga mengajak masyarakat yang memenuhi persyaratan kesehatan untuk tidak ragu menjadi pendonor. Menurutnya, partisipasi masyarakat secara rutin memiliki arti penting dalam menjaga ketersediaan stok darah sehingga kebutuhan transfusi dapat ditangani dengan lebih baik ketika sewaktu-waktu diperlukan.
Kehadiran Babinsa dalam kegiatan kemanusiaan tersebut sekaligus memperlihatkan peran aparat kewilayahan yang tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan dan pembinaan teritorial. Di tengah masyarakat, Babinsa juga mengambil bagian dalam kegiatan sosial yang menyentuh kebutuhan dasar warga.
Peran tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan antara TNI dan masyarakat. Kehadiran aparat di ruang-ruang sosial diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
Sementara itu, kegiatan donor darah yang digelar PMI Wonogiri diharapkan dapat terus berlangsung secara rutin dengan melibatkan semakin banyak unsur masyarakat. Semakin luas partisipasi pendonor, semakin besar pula peluang terjaganya ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan.
Pada akhirnya, donor darah mengingatkan bahwa kemanusiaan dapat tumbuh dari tindakan yang sederhana. Satu kantong darah mungkin tidak mengubah dunia, tetapi bagi seseorang yang sedang berjuang mempertahankan hidup, sumbangan itu dapat menjadi harapan yang sangat berarti.
Setetes darah, sejuta harapan. Dari kepedulian yang sederhana, tumbuh manfaat besar bagi kemanusiaan.












