TNI Peduli Sampah, Dandim Boyolali Pimpin Karya Bakti di Empat Pasar Tradisional

  • Bagikan
IMG 20260827 WA0080

BOYOLALI — Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan HUT ke-76 Kodam IV/Diponegoro. Kodim 0724/Boyolali menggelar Karya Bakti TNI Peduli Sampah dengan menyasar empat pasar tradisional di Kabupaten Boyolali, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Komandan Kodim (Dandim) 0724/Boyolali Letkol Inf Gunawan Nurbathin. Karya bakti dilaksanakan secara serentak di Pasar Sunggingan, Pasar Sayur Cepogo, Pasar Sambi, dan Pasar Tenggok Klego.

Aksi tersebut tidak sekadar berorientasi pada pembersihan kawasan pasar. Kegiatan diarahkan untuk membangun kesadaran bersama bahwa kebersihan ruang publik merupakan bagian penting dari kualitas kehidupan masyarakat.

Sejumlah personel bersama unsur terkait membersihkan jalan di dalam kawasan pasar, mengangkut sampah yang menumpuk, serta membersihkan saluran drainase dan parit di sekitar pasar.

Pembersihan saluran air menjadi salah satu perhatian utama. Sampah yang menumpuk di drainase berpotensi menghambat aliran air dan menimbulkan persoalan lingkungan, terutama ketika terjadi hujan. Karena itu, pembersihan dilakukan secara menyeluruh agar kawasan pasar tetap bersih sekaligus mendukung kelancaran sistem drainase.

Dandim 0724/Boyolali Letkol Inf Gunawan Nurbathin mengatakan, Karya Bakti TNI Peduli Sampah merupakan bentuk nyata kehadiran dan pengabdian TNI di tengah masyarakat.

Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan petugas kebersihan. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk pedagang dan pengunjung pasar, untuk menjaga kebersihan secara konsisten.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menumbuhkan budaya gotong royong dan peduli terhadap kebersihan lingkungan. Lingkungan yang bersih akan menciptakan suasana yang sehat, nyaman dan aman bagi masyarakat,” ujar Gunawan.

Ia menambahkan, pasar tradisional memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat karena menjadi ruang bertemunya aktivitas ekonomi setiap hari. Tingginya mobilitas pedagang dan pembeli membuat kawasan tersebut menghasilkan aktivitas dan volume sampah yang perlu dikelola secara baik.

Karena itu, menurut Gunawan, menjaga kebersihan pasar tidak semestinya dipandang sebagai tugas petugas kebersihan semata. Pedagang, pengunjung, pengelola pasar, pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat sekitar memiliki peran dalam menjaga lingkungan tersebut.

“Pasar merupakan salah satu pusat aktivitas masyarakat. Kebersihannya harus menjadi perhatian dan tanggung jawab bersama, bukan hanya petugas kebersihan,” katanya.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat. Gotong royong yang dilakukan bersama diharapkan tidak berhenti pada momentum peringatan HUT TNI dan Kodam IV/Diponegoro, tetapi berkembang menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Dandim berharap masyarakat dapat mempertahankan lingkungan pasar yang telah dibersihkan dengan membangun kedisiplinan dalam membuang dan mengelola sampah. Langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk memastikan manfaat karya bakti dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Semangat gotong royong yang kita bangun hari ini jangan berhenti setelah kegiatan selesai. Kami berharap kepedulian terhadap kebersihan menjadi kebiasaan dan bagian dari kehidupan masyarakat,” tutur Gunawan.

Karya Bakti TNI Peduli Sampah di empat pasar tradisional tersebut memperlihatkan bahwa pengabdian TNI tidak hanya diwujudkan melalui tugas pertahanan dan keamanan. Kehadiran prajurit juga diarahkan untuk menjawab persoalan konkret yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Melalui aksi tersebut, Kodim 0724/Boyolali menegaskan komitmennya untuk terus membangun kemanunggalan TNI dengan rakyat, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan pasar yang lebih bersih, sehat, tertib, dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat yang beraktivitas di dalamnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *