BOYOLALI — Perayaan ulang tahun umumnya identik dengan pesta dan berbagai bentuk kemeriahan. Namun, warga Desa Blumbang, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, memilih cara berbeda untuk memaknai bertambahnya usia. Alih-alih sekadar merayakan, momentum tersebut diubah menjadi gerakan sederhana yang membawa pesan tentang kepedulian terhadap lingkungan dan kebersamaan.
Gagasan itu diwujudkan melalui kegiatan Sedekah Pohon yang digagas Babinsa Blumbang Koramil 14/Klego Kodim 0724/Boyolali, Sertu Darmawan, di Kantor Balai Desa Blumbang, Minggu (30/8/2026).
Kegiatan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat Desa Blumbang yang berulang tahun sepanjang Agustus. Pohon diberikan sebagai simbol bahwa pertambahan usia tidak hanya layak dirayakan, tetapi juga dapat menjadi momentum untuk meninggalkan sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat.
Di balik kegiatan yang sederhana itu terdapat pesan yang lebih luas. Sebatang pohon yang ditanam hari ini mungkin belum memberikan manfaat secara langsung. Namun, ketika tumbuh dan berkembang, pohon tersebut dapat menjadi bagian dari lingkungan yang lebih hijau, menyediakan keteduhan, menjaga keseimbangan ekosistem, sekaligus memberi manfaat bagi generasi berikutnya.
Babinsa Blumbang Sertu Darmawan mengatakan, Sedekah Pohon juga menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan antara TNI dan masyarakat melalui kegiatan yang menyentuh kehidupan warga secara langsung.
Menurutnya, kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak semata-mata berkaitan dengan tugas pembinaan keamanan dan kewilayahan. Lebih dari itu, Babinsa diharapkan mampu menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat serta mendorong tumbuhnya kepedulian terhadap berbagai persoalan di lingkungan sekitar.
“Sedekah pohon ini menjadi simbol bahwa bertambahnya usia dapat diisi dengan menanam sesuatu yang bermanfaat. Semoga pohon yang ditanam bisa tumbuh subur dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat,” ujar Sertu Darmawan.
Konsep tersebut sekaligus mengajak masyarakat melihat ulang makna sebuah perayaan. Ulang tahun tidak harus selalu diwujudkan dalam bentuk pesta yang selesai dalam hitungan jam. Perayaan juga dapat diwujudkan melalui tindakan kecil yang manfaatnya berlangsung jauh lebih lama.
Dalam konteks lingkungan, penanaman pohon menjadi salah satu bentuk kepedulian yang sederhana, tetapi memiliki dampak jangka panjang. Ketika dilakukan secara bersama-sama, kegiatan semacam ini juga berpotensi memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap lingkungan tempat mereka tinggal.
Bagi Babinsa, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk membangun komunikasi sosial sekaligus mempererat hubungan antara aparat kewilayahan dan masyarakat. Sementara bagi warga, Sedekah Pohon menjadi pengingat bahwa setiap pertambahan usia dapat dimaknai sebagai kesempatan untuk memberikan sesuatu yang baik bagi lingkungan dan sesama.
Dari Desa Blumbang, sebuah perayaan ulang tahun kemudian memperoleh makna yang berbeda: bukan sekadar menandai bertambahnya usia, melainkan juga menanam harapan agar kehidupan di masa depan tumbuh lebih hijau, lebih peduli, dan lebih bermanfaat.












