Polres Probolinggo Kota Perkuat Pelayanan Ramah Disabilitas Lewat Pelatihan Bahasa Isyarat

  • Bagikan
WhatsApp Image 2026 09 17 at 20.08.01

KOTA PROBOLINGGO – Upaya mewujudkan pelayanan publik yang inklusif terus dilakukan Polres Probolinggo Kota Polda Jawa Timur. Salah satu langkah yang ditempuh ialah membekali personel Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Satlantas dengan kemampuan dasar bahasa isyarat.

Pelatihan bahasa isyarat tersebut digelar di Kantor Satpas Polres Probolinggo Kota, Rabu (16/9/2026) pagi. Kegiatan ini diarahkan untuk mengurangi hambatan komunikasi yang selama ini dapat muncul ketika petugas memberikan pelayanan kepada masyarakat penyandang disabilitas, khususnya Teman Tuli.

Pelatihan dipandu dua Juru Bahasa Isyarat (JBI) berpengalaman dari SLB Sinar Harapan 1 Kota Probolinggo. Para personel mendapatkan pembekalan mengenai sistem komunikasi visual yang tidak hanya mengandalkan gerakan tangan, tetapi juga melibatkan bahasa tubuh dan ekspresi wajah sebagai bagian penting dalam menyampaikan pesan.

Dalam pelatihan tersebut, petugas mempelajari berbagai aspek teknis penggunaan bahasa isyarat. Mulai dari posisi jari, arah pergerakan tangan, hingga posisi telapak tangan ketika membentuk suatu isyarat diperagakan secara langsung agar dapat dipahami dan diterapkan dalam situasi pelayanan.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri melalui Kasi Humas Polres Probolinggo Kota Iptu Zainullah mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian agar dapat diakses secara setara oleh seluruh masyarakat.

Menurut dia, kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat menjadi salah satu kompetensi penting bagi personel yang berhadapan langsung dengan masyarakat penyandang disabilitas.

“Petugas kami dibekali detail teknis, mulai dari posisi jari, arah pergerakan tangan, hingga ke mana telapak tangan harus menghadap saat membentuk suatu isyarat,” ujar Iptu Zainullah.

Ia menjelaskan, bahasa isyarat memiliki karakter komunikasi yang berbeda dengan bahasa verbal. Selain gerakan tangan, ekspresi wajah mempunyai fungsi penting dalam menentukan maksud dan penekanan sebuah pesan.

Dalam komunikasi bagi Teman Tuli, mimik wajah dapat berperan layaknya intonasi dalam komunikasi verbal. Perubahan ekspresi dapat memberikan penekanan terhadap makna, emosi, maupun konteks dari kalimat yang disampaikan.

“Diharapkan setelah pelatihan ini, personel memiliki kemampuan komunikasi dasar yang mumpuni. Jadi, saat melayani masyarakat penyandang disabilitas rungu dan wicara, pelayanan bisa berjalan lebih cepat dan nyaman,” katanya.

Penguatan kemampuan personel tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi diterapkan dalam proses pelayanan sehari-hari di Satpas. Dengan demikian, masyarakat penyandang disabilitas dapat memperoleh akses pelayanan kepolisian tanpa menghadapi hambatan komunikasi yang berarti.

Polres Probolinggo Kota juga berharap peningkatan kompetensi tersebut dapat memperkuat keberadaan Satpas sebagai ruang pelayanan publik yang ramah dan inklusif. Pelayanan administrasi maupun penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) diharapkan dapat diakses secara lebih mudah oleh seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas.

Melalui pendekatan tersebut, pelayanan kepolisian tidak hanya berorientasi pada kecepatan dan ketepatan administrasi, tetapi juga pada kemampuan petugas memahami kebutuhan masyarakat yang memiliki karakteristik dan hambatan komunikasi yang berbeda.

Bagi Teman Tuli dan penyandang disabilitas lainnya, tersedianya personel yang memiliki kemampuan komunikasi dasar bahasa isyarat menjadi bagian penting dalam menciptakan pengalaman pelayanan yang lebih aman, nyaman, dan bermartabat.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *