SMSI Bojonegoro Bahas Masa Depan Industri Media, Bupati Setyo Wahono Tekankan Data dan Fakta

  • Bagikan
IMG 20260921 WA0054

BOJONEGORO – Penguatan hubungan antara perusahaan media siber dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menjadi salah satu agenda penting dalam audiensi jajaran pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bojonegoro dengan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Senin (21/9/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh keakraban. Sejumlah pengurus SMSI Bojonegoro hadir dalam audiensi, termasuk Penasehat SMSI Sasmito, Ketua SMSI Bojonegoro Kustaji, serta jajaran pengurus dan sejumlah divisi organisasi.

Audiensi tidak sekadar menjadi forum silaturahmi, tetapi juga ruang dialog untuk memperkuat komunikasi antara perusahaan media, insan pers, dan pemerintah daerah. Sejumlah persoalan yang berkaitan dengan perkembangan daerah serta keberlangsungan industri media turut menjadi bahan pembahasan.

Ketua SMSI Bojonegoro Kustaji mengatakan, pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun hubungan yang konstruktif antara perusahaan media yang tergabung dalam SMSI dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

“Terima kasih kepada Bapak Bupati yang telah memberikan waktu untuk berdiskusi bersama. Ini menjadi bagian dari upaya kami memperkuat sinergi dan kolaborasi antara perusahaan media yang tergabung dalam SMSI dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro,” ujar Kustaji.

Menurut dia, perusahaan media memiliki peran strategis dalam memastikan informasi mengenai kebijakan dan pembangunan daerah dapat diterima masyarakat secara luas. Pemberitaan yang akurat dan berimbang menjadi salah satu jembatan yang menghubungkan pemerintah dengan publik.

Namun, di balik fungsi tersebut, perusahaan media juga menghadapi kebutuhan untuk membangun keberlanjutan usaha. Ekosistem media yang sehat dinilai penting agar perusahaan pers mampu menjalankan kegiatan jurnalistik secara profesional sekaligus mempertahankan keberlangsungan operasionalnya.

Dalam konteks itu, SMSI Bojonegoro menyatakan komitmennya untuk terus berkontribusi melalui pemberitaan yang informatif, kritis, dan berpijak pada kepentingan publik. Sinergi dengan pemerintah daerah diharapkan dapat berkembang sebagai hubungan yang saling memberikan manfaat, tanpa mengurangi independensi pers maupun fungsi kontrol media.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyambut positif peran perusahaan media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Menurutnya, media memiliki posisi penting dalam membantu publik memahami perkembangan, kebijakan, sekaligus berbagai persoalan yang terjadi di daerah.

“Kami menyambut baik dukungan media selama ini. Pertemuan seperti ini menjadi sarana yang baik agar masyarakat terus bisa memahami berbagai persoalan melalui pemberitaan perusahaan media yang ada di Bojonegoro,” kata Setyo Wahono.

Ia juga membuka ruang bagi media untuk memberikan kritik dan masukan terhadap pelaksanaan program pemerintah daerah. Kritik, menurutnya, akan memiliki nilai yang lebih kuat apabila disampaikan berdasarkan data serta fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Harapannya tentu kritik dan masukan yang positif untuk perbaikan berbagai program. Data lapangan yang benar menjadi penting agar setiap persoalan bisa kita lihat secara utuh dan dicarikan solusi bersama,” tuturnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya hubungan dua arah antara pemerintah dan media. Pemerintah membutuhkan media sebagai salah satu saluran informasi publik, sementara media membutuhkan keterbukaan informasi dan komunikasi yang baik agar dapat menjalankan fungsi jurnalistik secara optimal.

Dalam audiensi itu, keberlanjutan perusahaan media juga menjadi bagian dari pembicaraan. Setyo Wahono menilai keberadaan perusahaan pers yang sehat secara ekonomi tetap diperlukan agar fungsi jurnalistik dapat berjalan secara berkelanjutan.

Meski demikian, keberlanjutan industri media tetap perlu berjalan beriringan dengan prinsip-prinsip jurnalistik. Independensi, akurasi, keberimbangan, serta fungsi kontrol sosial menjadi fondasi yang tidak terpisahkan dari peran perusahaan pers dalam kehidupan demokrasi.

Audiensi kemudian berlangsung lebih cair dalam suasana ngopi pagi bersama. Percakapan berkembang membahas sejumlah persoalan aktual di lapangan, perkembangan daerah, hingga berbagai isu yang membutuhkan perhatian dan kemungkinan solusi.

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara SMSI Bojonegoro dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Di tengah derasnya arus informasi digital, komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan perusahaan media menjadi salah satu unsur penting dalam memastikan informasi publik tetap akurat, kritis, dan relevan bagi masyarakat.

Bagi Bojonegoro, hubungan tersebut bukan semata-mata tentang penyebarluasan informasi pembangunan, melainkan juga tentang membangun ruang dialog yang memungkinkan pemerintah mendengar kritik, sementara media memperoleh akses informasi yang memadai untuk menjalankan tanggung jawab jurnalistiknya kepada publik.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *